Skotlandia Hajar Curacao 4-1 di Hampden Park Jelang Piala Dunia

Penulis: Endra Sanjaya  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 02:43:01 WIB
Skotlandia meraih kemenangan 4-1 atas Curacao di Hampden Park dalam laga uji coba jelang Piala Dunia.

BANTEN — Sempat tertinggal lebih dulu, Skotlandia bangkit dengan garang setelah lawan mereka harus bermain dengan 10 orang sejak menit awal. Gol balasan dicetak oleh John McGinn, yang kemudian disusul oleh dua gol Lyndon Dykes dan satu gol dari Scott McTominay.

Gol Balasan Cepat Usai Kartu Merah

Curacao mengejutkan publik tuan rumah saat unggul lebih dulu di babak pertama. Namun, momentum berbalik drastis ketika pemain Curacao mendapat kartu merah langsung pada menit ke-30. Skotlandia langsung tancap gas dan membalikkan keadaan sebelum jeda.

McGinn menjadi aktor utama dengan eksekusi tendangan bebasnya yang tak mampu diantisipasi kiper lawan. Dua gol Dykes di awal babak kedua memastikan kemenangan Skotlandia tak lagi terkejar.

McTominay Tutup Pesta di Menit Akhir

Gelandang Manchester United, Scott McTominay, menutup pesta kemenangan dengan gol kelima Skotlandia di menit-menit akhir. Gol ini sekaligus menegaskan dominasi Skotlandia yang mencatatkan 18 tembakan ke gawang sepanjang laga.

Kemenangan ini menjadi suntikan moral besar bagi Skotlandia yang akan menghadapi lawan-lawan berat di fase grup Piala Dunia. Steve Clarke punya pekerjaan rumah untuk memperbaiki sektor pertahanan yang sempat kebobolan.

Dampak ke Klasemen dan Persiapan

Meski hanya laga uji coba, performa impresif ini jelas menjadi sinyal positif. Skotlandia menunjukkan daya gedor mematikan yang bisa merepotkan lawan mana pun. Fokus mereka kini beralih penuh ke pertandingan pertama Piala Dunia yang akan datang.

Dari sisi Curacao, kekalahan telak ini menjadi alarm keras. Tim asuhan pelatih anyar harus segera berbenah jika ingin tampil kompetitif di kualifikasi mendatang.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: bbc.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top