SERANG — Pemerintah Kabupaten Serang tidak ingin kerja sama operasi (KSO) pembangunan pabrik AMDK berhenti pada keuntungan komersial semata. Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas secara khusus menyoroti perlunya transfer pengetahuan dan teknologi dari mitra swasta ke Perumda Tirta Al Bantani.
"Kami berharap kerja sama antara Perumda Tirta Al Bantani dengan PT Michigan Quality Water tidak hanya kerja sama dalam hal bisnis, tetapi dilanjutkan dengan transfer pengetahuan dan teknologi," kata Najib dalam keterangannya di Serang, Jumat.
Alih teknologi ini dinilai sebagai langkah strategis. Menurut Najib, penguasaan teknologi operasional pabrik akan membuat Perumda Tirta Al Bantani mampu mengoptimalkan produksi dan memperluas serapan air baku. Targetnya, pasokan air bersih bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Banten, khususnya di dua wilayah penyangga.
Dalam skema KSO ini, pembangunan konstruksi pabrik dan seluruh kelengkapan teknologinya sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT Michigan Technology Indonesia, induk perusahaan PT Michigan Quality Water. Sementara Perumda Tirta Al Bantani bertugas menyediakan air baku, memperluas pasar, dan mengurus perizinan.
Direktur Perumda Tirta Al Bantani, Eli Mulyadi, mengungkapkan pabrik akan memanfaatkan sumber mata air di Desa Sukacai dan Citaman, Kecamatan Baros. Produksi tidak hanya terbatas pada AMDK kemasan, tetapi juga mencakup penjualan air curah dan jasa steam.
"Adapun pabrik ini diproyeksikan untuk memproduksi AMDK dengan merek dagang tirta ratu yang ditargetkan dapat menjadi pemimpin pasar air kemasan di Provinsi Banten," jelas Eli.
Proses pembangunan pabrik telah dimulai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, Direktur Perumda Tirta Al Bantani Eli Mulyadi, dan CEO Michigan Quality Water Byong Ho Lee.