TANGSEL — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menetapkan Pamulang Educational Hub sebagai salah satu titik fokus pengembangan kawasan dalam rencana infrastruktur perkotaan Tangerang Selatan. Penetapan ini mengemuka dalam kick-off penyusunan rencana pengembangan infrastruktur pekerjaan umum kawasan perkotaan Tangsel yang digelar di Gedung Galeri Koperasi dan UKM, Serpong, Selasa (11/8/2026).
Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Pekerjaan Umum Wilayah II (BPIW) Kementerian PU, Airlangga Mardjono, menyebut penyusunan rencana ini bertujuan menyelaraskan pembangunan infrastruktur daerah dengan program prioritas nasional.
"Pertemuan ini merupakan kick-off penting dalam rangka menyelaraskan visi pengembangan infrastruktur PU berbasis pengembangan kewilayahan sesuai dengan program prioritas nasional," kata Airlangga.
Wilayah Prioritas Mencakup Pamulang, Setu, hingga Serpong
Berdasarkan hasil studi Rapid Planning and Assessment for Smart Living Cities (RPS), wilayah prioritas yang dipetakan mencakup Pamulang, Setu, Serpong, dan sekitarnya dengan luas sekitar 410,75 hektare. Kawasan ini dinilai menghadapi tekanan urbanisasi dan mobilitas regional yang tinggi karena posisinya sebagai bagian dari Metropolitan Jabodetabek.
Airlangga menegaskan, tanpa pengelolaan kawasan secara terpadu, pertumbuhan perkotaan berisiko berkembang tidak terkendali dan berdampak terhadap daya dukung lingkungan.
"Tangsel adalah bagian dari Metropolitan Jabodetabek. Kawasan ini menghadapi tekanan urbanisasi dan mobilitas regional yang sangat tinggi," ujarnya.
Sejumlah Persoalan Jadi Pekerjaan Rumah
Dalam pengembangan kawasan ini, pemerintah menyoroti sejumlah persoalan mendasar. Di antaranya ketidakseimbangan pemanfaatan ruang, keterbatasan layanan sanitasi dan air minum, tingginya tekanan transportasi komuter, serta perkembangan kawasan terbangun yang belum sepenuhnya terarah.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian PU menyiapkan beberapa konsep pengembangan. Mulai dari pembangunan transport hub, revitalisasi pedestrian dan jalur sepeda, hingga penyediaan transportasi umum berbasis listrik.
"Major project yang diusulkan sebelumnya tentunya diharapkan dapat menjawab tantangan yang ada di bidang konektivitas," jelas Airlangga.
Hunian Mahasiswa Hingga Revitalisasi Situ Pamulang
Rencana pengembangan tidak hanya berhenti pada sektor konektivitas. Pemerintah juga mempertimbangkan penyediaan hunian bagi mahasiswa dan masyarakat berpenghasilan rendah serta peningkatan kualitas kampung kota.
Pengembangan ekonomi lokal masuk dalam rencana melalui pembangunan Pamulang Creative Hub dan digitalisasi pasar. Sementara dari aspek lingkungan, konsep green-blue infrastructure diarahkan melalui revitalisasi Situ Pamulang dan Situ Sasak.
Airlangga menekankan, hasil kajian ini nantinya akan diterjemahkan ke dalam rencana aksi jangka menengah serta pemilihan sejumlah major project yang berdampak signifikan terhadap perkembangan kawasan.
"Nanti output-nya bukan hanya dokumen, tetapi juga ada rencana aksi jangka menengah serta pemilihan major project yang akan mengubah wajah kawasan ini secara signifikan," tutupnya.