LEBAK — Ratusan warga di kawasan adat Kasepuhan Citorek, yang terletak di perbatasan Lebak-Bogor, akhirnya bisa memeriksakan kesehatannya tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Mereka berdatangan ke Rest Area Gunung Kendeng sejak pagi untuk mengikuti bakti sosial yang digelar IDI Cabang Lebak.
Tak hanya pengobatan umum, panitia juga menyediakan layanan khitan massal yang diikuti sekitar 30 anak. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HBDI ke-118 yang mengusung tema 'IDI Eksplore Lebak, Lebak Itu Indah'.
Selain dua layanan utama itu, IDI juga menggelar penyuluhan kesehatan dan sosialisasi bantuan hidup dasar (BHD) bagi warga. Materi ini dinilai penting mengingat akses ke fasilitas kesehatan di Citorek masih terbatas dan medan yang sulit.
"Kami berkomitmen memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, deteksi dini penyakit, serta mengedukasi untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal dan merata," kata Ketua IDI Cabang Lebak, dr. Irfan Maulani, Senin (8/6).
Irfan menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Lewat bakti sosial, ia ingin membangun kedekatan antara dokter dan masyarakat, terutama di pelosok Lebak yang jarang tersentuh layanan kesehatan modern.
"Saya ingin masyarakat merasakan bahwa kami tidak hanya hadir di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya atau hanya saat sakit, tetapi juga hadir sebagai sahabat yang bersama-sama ingin berkontribusi menjaga kesehatan," terangnya.
Dokter spesialis penyakit dalam ini menambahkan, kesehatan yang baik dimulai dari keluarga dan lingkungan yang sehat. Menurutnya, kebiasaan hidup bersih dan sehat harus ditanamkan sejak dini di rumah agar menjadi gaya hidup jangka panjang.
Irfan berharap kegiatan ini menjadi awal dari sinergitas yang baik antara IDI dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Ke depan, program promotif-preventif seperti skrining kesehatan dan bakti sosial akan terus digalakkan.
"Komitmen ini diwujudkan melalui program promotif-preventif seperti skrining kesehatan, bakti sosial dan dukungan peningkatan kualitas tenaga medis demi mendukung target pembangunan kesehatan nasional dan daerah," ujarnya.
Kasepuhan Citorek sendiri dikenal sebagai kawasan adat yang masih memegang teguh tradisi. Dengan adanya bakti sosial ini, warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan berjam-jam ke puskesmas atau rumah sakit di kota untuk mendapatkan pelayanan dokter.