BANTEN — Selama ini, salah satu masalah klasik di pelabuhan adalah perbedaan data antara operator dan pengelola. Akibatnya, proses bongkar muat jadi lambat dan biaya membengkak. Lewat juknis anyar ini, Pelindo dan PT PSP sepakat menggunakan satu acuan baku untuk validasi data operasional dan administrasi.
“TPK Palaran memegang peran vital sebagai urat nadi kelancaran arus logistik di Kalimantan Timur. Standardisasi pelaporan yang jelas sangat mutlak diperlukan,” ujar Adi Novi Wahyudi, Division Head Komersial Pelindo Regional 4, dalam keterangan resmi.
Kesepakatan ini bukan sekadar formalitas. Pelabuhan Samarinda menjadi pintu masuk utama distribusi barang ke wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dengan aktivitas perdagangan yang terus meningkat, tata kelola yang rapi menjadi faktor penentu.
Direktur Utama PT Pelabuhan Samudera Palaran, Harun Gemilang, menilai panduan ini sebagai fondasi penting untuk menciptakan iklim usaha terminal yang tertib dan kompetitif. “Kolaborasi kuat bersama Pelindo adalah kunci utama. Ujungnya adalah peningkatan mutu pelayanan bagi para pengguna jasa,” tuturnya.
General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt. Suparman, menambahkan bahwa juknis ini berfungsi ganda. Pertama, sebagai instrumen pengawasan internal. Kedua, sebagai alat kendali mutu untuk memangkas potensi kesalahan data di lapangan.
Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat TPK New Makassar atau Makassar New Port (MNP). Prosesi ini disaksikan langsung oleh jajaran manajemen teras kedua perusahaan. Ke depannya, Pelindo berkomitmen terus memacu pengelolaan pelabuhan yang profesional demi menekan biaya logistik nasional.