BANTEN — Empat universitas yang terlibat dalam kerja sama ini adalah Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, bersama perwakilan masing-masing rektorat.
Lingkup kerja sama tidak terbatas pada pengembangan kurikulum. Otorita IKN membuka akses bagi sivitas akademika untuk melakukan riset terapan di lapangan, terutama bagi fakultas teknik dan program studi lain yang relevan dengan pembangunan kota cerdas.
“Nusantara dapat menjadi tempat belajar yang nyata bagi mahasiswa sekaligus ruang kolaborasi untuk mengembangkan berbagai solusi pembangunan,” ujar Bimo dalam keterangan resmi yang diterima media, Selasa (9/6/2026).
Selain riset, agenda peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi prioritas dalam nota kesepahaman ini. Otorita IKN mendorong agar masyarakat di sekitar kawasan Nusantara tidak menjadi penonton dari proses transformasi yang berlangsung.
“Kami ingin masyarakat sekitar menjadi bagian dari transformasi Nusantara. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas SDM lokal menjadi agenda penting yang terus kami kembangkan bersama perguruan tinggi,” tambah Bimo.
Melalui skema pengabdian kepada masyarakat dan program magang terstruktur, mahasiswa dari keempat universitas diharapkan bisa terlibat langsung dalam proyek-proyek pembangunan non-fisik di wilayah penyangga IKN.
Konsep living laboratory yang ditawarkan Otorita IKN bukan sekadar proyek percontohan temporer. Kawasan Nusantara dirancang sebagai arena uji coba bagi solusi perkotaan berkelanjutan, mulai dari sistem transportasi hijau, manajemen energi terbarukan, hingga tata kelola air bersih.
Bimo menegaskan, pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik. “Kerja sama ini diharapkan menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk terlibat langsung dalam pembangunan IKN,” katanya.
MoU ini berlaku untuk jangka waktu tertentu dan akan dievaluasi secara berkala. Keempat universitas dijadwalkan mulai menyusun peta jalan riset bersama Otorita IKN dalam dua pekan ke depan.