Kartu Merah Perdana Piala Dunia 2026 Dihujani Tiga Kartu Merah, Afrika Selatan Kalah dari Meksiko

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 07:53:01 WIB
Wasit Wilton Sampaio mengeluarkan kartu merah pertama pada menit ke-49 dalam laga Afrika Selatan vs Meksiko.

BANTEN — Insiden kartu merah terjadi pada menit ke-49 saat skor masih 0-0. Wasit asal Brasil, Wilton Sampaio, memberikan kartu merah langsung kepada Sithole setelah ia menjatuhkan penyerang Meksiko, Brian Gutierrez, sekitar satu meter di depan kotak penalti. Pelanggaran terjadi saat Gutierrez lolos dari jebakan offside dan berlari kencang dari tengah lapangan.

Keputusan Kontroversial: DOGSO di Laga Pembuka

Sampaio menerapkan Hukum IFAB 12 atau DOGSO (Denying an Obvious Goal-Scoring Opportunity). Aturan ini menyebut setiap pelanggaran yang menggagalkan peluang jelas mencetak gol wajib dihukum kartu merah, tanpa mempertimbangkan posisi lapangan.

Keputusan ini langsung memicu perdebatan. Para pengamat menilai momen tersebut berada di area abu-abu karena jarak Gutierrez ke gawang masih cukup jauh. Namun, wasit asal Brasil itu tetap pada pendiriannya.

Rekor Kelam: Tiga Kartu Merah di Laga Pembuka

Kartu merah Sithole bukan satu-satunya. Dua pemain lain—satu dari Afrika Selatan dan satu dari Meksiko—juga mendapat kartu merah di sisa pertandingan. Total tiga kartu merah menjadikan laga ini sebagai pembuka Piala Dunia paling keras dalam sejarah.

Meksiko akhirnya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Dua gol dicetak di babak kedua, memastikan kemenangan 2-0 dan tiga poin perdana bagi tuan rumah. Bagi Afrika Selatan, kekalahan ini diperparah dengan skuad yang harus bermain dengan sembilan orang di sisa waktu.

Dampak ke Klasemen Grup A

Hasil ini menempatkan Meksiko di puncak klasemen Grup A sementara. Sementara itu, Afrika Selatan harus berbenah sebelum menghadapi laga berikutnya. Kartu merah Sithole juga berarti ia harus absen di pertandingan kedua, memperlemah lini tengah Bafana Bafana.

Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, tapi kontroversi wasit sudah mewarnai. Keputusan Sampaio akan menjadi bahan diskusi panjang, terutama soal konsistensi penerapan aturan DOGSO di turnamen sebesar ini.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top