BANTEN — Pindad menjelaskan, MV3 Garuda Limousine dikembangkan sebagai kendaraan lapis baja dengan konfigurasi penuh (full armour) yang tidak menyertakan sunroof. Namun, pada H-3 pelantikan presiden, muncul kebutuhan mendesak untuk menambahkannya.
"Terdapat kebutuhan untuk menambahkannya agar Presiden RI dapat menyapa masyarakat secara langsung dalam berbagai kegiatan kenegaraan," tulis Pindad dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).
Keputusan mendadak ini menjadi latar belakang insiden kebocoran yang dialami Prabowo. Pindad menyebut kebocoran itu hanya terjadi pada masa awal penggunaan kendaraan.
Pindad mengonfirmasi bahwa setelah menerima masukan dari pengguna, tim teknis langsung melakukan evaluasi dan perbaikan. Perusahaan BUMN tersebut menegaskan kondisi bocor bersifat sementara dan telah diatasi.
"Terkait dengan kebocoran pada Garuda Limousine, PT Pindad menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi pada masa awal penggunaan kendaraan MV3 Garuda Limousine," demikian bunyi pernyataan resmi perusahaan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo secara terbuka menceritakan pengalaman mobil Maung yang bocor saat hujan. Ia justru memilih tetap setia menggunakan kendaraan buatan dalam negeri sebagai bentuk contoh kepada publik.
MV3 Garuda Limousine merupakan kendaraan dinas kepresidenan pertama yang sepenuhnya diproduksi oleh anak bangsa lewat PT Pindad. Kehadirannya sempat menjadi simbol kemandirian industri pertahanan dan otomotif Indonesia.
Kendati demikian, cerita soal sunroof dadakan dan insiden bocor menjadi catatan penting bagi Pindad. Perusahaan kini dituntut memastikan setiap modifikasi mendadak tidak mengorbankan kualitas dan keandalan kendaraan kepresidenan.
Kasus ini juga membuka diskusi publik mengenai proses pengadaan dan modifikasi kendaraan dinas tingkat tinggi. Seharusnya, setiap perubahan melewati uji kelayakan ketat sebelum digunakan dalam agenda kenegaraan.