Amazon Sebut Konsumsi Air Pusat Datanya Setara 0,075% Air untuk Siram Rumput di Amerika

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 15 Juni 2026 | 12:51:01 WIB
Amazon melaporkan konsumsi air data center globalnya sebesar 0,075% dari total penggunaan air non-industri di AS.

Dalam laporan keberlanjutan terbarunya, Amazon membeberkan angka konsumsi air untuk seluruh armada data center globalnya. Perusahaan menyatakan total pemakaian mencapai 2,5 miliar galon per tahun — sebuah volume yang terdengar besar, namun hanya mewakili 0,075% dari total konsumsi air untuk keperluan non-industri di Amerika Serikat.

Perbandingan Air untuk Server vs Taman Rumah

Amazon sengaja menyajikan perbandingan ini untuk meredam kekhawatiran bahwa ekspansi data center akan menguras sumber daya air lokal. Di Amerika, penyiraman rumput dan kebun menghabiskan 3,3 triliun galon air setiap tahunnya — 1.320 kali lipat lebih besar dari konsumsi Amazon.

“Kami terus berinvestasi dalam teknologi pendinginan yang lebih efisien,” tulis Amazon dalam laporannya. “Di beberapa fasilitas, kami sudah beralih ke sistem pendingin yang menggunakan air daur ulang atau bahkan tanpa air sama sekali.”

Efisiensi Meningkat 24% dalam Setahun

Klaim lain yang disorot adalah peningkatan efisiensi air sebesar 24% pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Amazon mengukur efisiensi ini dari rasio antara air yang digunakan dengan beban komputasi yang dihasilkan. Artinya, untuk setiap unit daya komputasi, volume air yang dibutuhkan kini lebih kecil.

Perbaikan ini sebagian besar didorong oleh adopsi sistem pendingin evaporatif yang lebih cerdas dan penggunaan air non-konsumtif — air yang bisa dikembalikan ke sumber aslinya setelah digunakan.

Tekanan Regulasi Semakin Ketat

Namun, data ini tidak sepenuhnya meredakan kekhawatiran di tingkat lokal. Di beberapa negara bagian seperti Oregon dan Arizona, aktivis lingkungan dan regulator daerah menuntut transparansi lebih besar dari operator data center. Mereka mempertanyakan dampak jangka panjang pemompaan air tanah untuk mendinginkan ribuan server yang beroperasi 24 jam.

Amazon menegaskan bahwa 40% dari total konsumsi airnya kini berasal dari sumber yang tidak bersaing dengan kebutuhan air minum manusia. Perusahaan juga berkomitmen untuk menjadi "water positive" pada tahun 2030 — mengembalikan lebih banyak air ke lingkungan daripada yang dikonsumsi.

Pelajaran untuk Indonesia

Perdebatan ini relevan bagi Indonesia yang mulai menjadi tujuan investasi data center global. Jawa Barat dan Batam telah menarik minat raksasa cloud seperti AWS, Google, dan Alibaba. Tanpa regulasi yang jelas tentang penggunaan air dan limbah termal, potensi konflik sumber daya dengan masyarakat sekitar bisa muncul.

“Investasi data center memang menggiurkan, tapi dampak lingkungannya harus dihitung sejak awal,” ujar seorang analis kebijakan energi yang enggan disebut namanya. “Kita tidak bisa hanya melihat angka nasional yang kecil — dampak lokal di daerah kering bisa sangat parah.”

Amazon sendiri mengklaim semua data center barunya di Asia Tenggara sudah dirancang dengan sistem pendinginan yang meminimalkan konsumsi air, termasuk penggunaan air laut di beberapa lokasi pesisir.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top