BANTEN — BMKG melaporkan gempa terjadi pukul 13:58 WIB atau sekitar pukul 14:58 waktu setempat. Episenter gempa terletak pada koordinat 8.26 derajat Lintang Selatan dan 119.59 derajat Bujur Timur, tepatnya 42 kilometer barat laut Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Kedalaman gempa mencapai 158 kilometer, masuk kategori gempa menengah. Dengan kedalaman tersebut, getaran yang sampai ke permukaan diperkirakan tidak merusak. BMKG dalam keterangan resminya menyatakan informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga data masih bisa berubah seiring kelengkapan data.
“Gempa Mag:4.1, 15-Jun-2026 13:58:33WIB, Lok:8.26LS, 119.59BT (42 km BaratLaut LABUANBAJO-NTT), Kedlmn:158 Km,” tulis BMKG dikutip Senin (15/6/2026).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG juga belum mengeluarkan peringatan dini tsunami. Getaran gempa dengan magnitudo di bawah 5 dan kedalaman lebih dari 100 kilometer umumnya tidak menimbulkan dampak signifikan di permukaan.
BMKG mengimbau masyarakat di sekitar Labuan Bajo dan Manggarai Barat tetap tenang serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG. Wilayah NTT sendiri dikenal sebagai kawasan rawan gempa karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif.
Sepanjang tahun 2026, wilayah Nusa Tenggara Timur mencatat puluhan kali gempa harian dengan magnitudo bervariasi. Gempa Senin (15/6) ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sepekan terakhir di perairan utara Flores. BMKG terus memantau aktivitas seismik di kawasan tersebut mengingat keberadaan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional.
Pemerintah daerah setempat bersama BPBD Manggarai Barat telah melakukan sosialisasi mitigasi bencana secara berkala kepada warga dan pelaku usaha pariwisata di kawasan pesisir.