TANGERANG — Atlet binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tangerang kini punya kesempatan menempuh pendidikan tinggi tanpa biaya. Kerja sama antara KONI Kabupaten Tangerang dengan Tanri Abeng University Kampus Tangerang dan Politeknik Ismet Iskandar resmi diteken pada Senin (15/6/2026) di Kampus Tanri Abeng University, Panongan.
Direktur Tanri Abeng University sekaligus Direktur Politeknik Ismet Iskandar, Zakiah, menjelaskan ada tiga kategori beasiswa yang bisa diakses. Pertama, beasiswa 100 persen atau kuliah gratis. Kedua, potongan 50 persen. Ketiga, diskon 25 persen dari biaya pendidikan.
Beasiswa ini tidak hanya untuk atlet aktif. Zakiah menyebut penerima manfaat juga meliputi atlet PPLP, atlet pelatda, atlet pelatnas, hingga keluarga atlet dan pengurus KONI Kabupaten Tangerang. “Untuk diskon uang pangkal bisa dibicarakan kembali,” ujarnya.
Tanri Abeng University dan Politeknik Ismet Iskandar dikenal sebagai kampus dengan biaya pendidikan terjangkau. Di Tanri Abeng University, mahasiswa hanya membayar uang bulanan sebesar Rp 400 ribu. Sementara di Politeknik Ismet Iskandar, biaya bulanannya lebih murah, yakni Rp 350 ribu. Uang pangkal yang harus dibayarkan sebesar Rp 5,5 juta.
Dengan adanya skema beasiswa, atlet yang masuk kategori 100 persen tidak perlu mengeluarkan biaya bulanan maupun uang pangkal. Ini menjadi insentif besar bagi atlet yang selama ini fokus pada latihan dan kompetisi.
Ketua KONI Kabupaten Tangerang Eka Wibayu mendorong para atlet untuk tidak hanya mengandalkan prestasi olahraga. Menurutnya, banyak atlet di Indonesia yang kesulitan secara ekonomi setelah masa jayanya habis karena tidak memiliki bekal keilmuan lain.
“Untuk itu kami mendorong atlet untuk menempuh pendidikan sehingga mempunyai bekal keilmuan untuk masa depannya,” ungkap Eka dalam keterangannya, Senin.
Eka menambahkan, kerja sama ini merupakan bagian dari program KONI Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan sumber daya manusia atlet dan pengurus cabang olahraga. Pihaknya akan mensosialisasikan program ini ke seluruh cabang olahraga di daerah itu.
Zakiah menekankan bahwa pendidikan dan olahraga memiliki dua aspek yang apabila digabungkan akan melahirkan individu luar biasa. Pendidikan membekali mahasiswa secara intelektual, sementara olahraga melatih disiplin, ketekunan, dan daya juang.
“Sehingga apabila kedua aspek ini bertemu maka tidak hanya akan menghasilkan atlet berprestasi namun juga melahirkan calon-calon pemimpin bangsa yang tangguh,” kata Zakiah.
Pembina Tanri Abeng University dan Politeknik Ismet Iskandar, Ahmed Zaki Iskandar, yang juga mantan Bupati Tangerang dua periode, turut memberikan pandangannya. Ia menegaskan kerja sama ini bertujuan memberikan kesempatan kepada atlet agar memiliki pegangan hidup selepas masa kejayaannya berakhir.
“Kita ingin menghasilkan atlet yang berprestasi dan punya jenjang pendidikan sehingga mereka punya pegangan hidup selepas masa kejayaannya berakhir,” pungkasnya.