SERANG — Stok telur ayam sebanyak 100 kilogram ludes dalam waktu satu jam pada gelaran perdana operasi pasar murah di Halaman Kantor Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Selasa. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Titi Purwitasari, menyebut antusiasme warga melampaui perkiraan awal.
"Kebutuhan pokok seperti telur ayam langsung habis dalam waktu satu jam, padahal kami sudah menyiapkan pasokan sebanyak 100 kilogram," kata Titi di lokasi.
Pemkab Serang membagi pelaksanaan operasi pasar ke dalam tiga tahap. Pada Juli 2026, enam kecamatan menjadi sasaran awal, meliputi Tunjung Teja, Tirtayasa, Carenang, Kramatwatu, Kibin, dan Ciomas.
"Nanti di bulan Agustus kami akan mengadakan operasi pasar kembali di lima titik kecamatan, dan pada September kami laksanakan di tiga titik kecamatan. Jadi, total keseluruhan ada 16 kecamatan yang kami jalankan," ujar Titi.
Seluruh komoditas yang dijual dalam operasi pasar ini dipastikan berada di bawah harga pasar tradisional dan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Beras SPHP dijual Rp55.000 per kemasan 5 kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter dengan total pasokan 600 liter, dan gula pasir Rp17.000 per kilogram—lebih murah Rp1.000 hingga Rp2.000 dari harga pasar yang saat ini berkisar Rp18.000-Rp19.000.
Bawang merah dan bawang putih juga dijual dengan selisih harga Rp3.000 hingga Rp4.000 lebih murah per kilogram. Salah satu warga Desa Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu, Fitri, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar konvensional.
"Alhamdulillah, saya bisa membeli beras dan minyak goreng dengan harga yang jauh lebih murah. Kami berharap operasi pasar murah seperti ini bisa lebih sering diselenggarakan oleh pemerintah," tutur Fitri.
Diskoumperindag Kabupaten Serang menggandeng sejumlah mitra strategis untuk memastikan pasokan bahan pangan pokok tercukupi. Mitra tersebut meliputi Perum Bulog Sub Divre Serang, PT Wilmar, PT ABM, peternak telur lokal, hingga kelompok tani sayur binaan dinas setempat.
Kepala Bidang Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang menambahkan, program intervensi harga ini dijalankan secara bertahap agar menjangkau wilayah sasaran secara merata. Pemerintah daerah berharap operasi pasar ini dapat menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah tekanan inflasi kebutuhan pokok.