CILEGON — Sebanyak 140 peserta turun tangan membersihkan lingkungan di Lingkungan Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Aksi itu digelar Partai Demokrat dalam rangkaian peringatan HUT ke-25 partai tersebut, Jumat (17/7/2026).
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten, Iti Jayabaya, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari Gerakan Langit Biru Indonesia Asri. Program ini diinisiasi Presiden Prabowo untuk mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat.
“Ini Gerakan Langit Biru Indonesia Asri yang diinisiasi Presiden Prabowo untuk mendorong kolaborasi seluruh stakeholder, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat,” ujarnya.
Menurut Iti, menjaga lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama. Demokrat menyambut baik program tersebut dengan melibatkan seluruh struktur partai hingga masyarakat.
Iti menjelaskan, aksi bersih-bersih di Cilegon merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-25 Demokrat yang digelar serentak di berbagai daerah. Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara bergilir dari tingkat DPD hingga DPC setiap pekan sampai Desember 2026.
“Setiap minggunya akan bergilir di tingkat DPD dan DPC sampai Desember. Bahkan ke depan akan terus menjadi kegiatan Partai Demokrat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, program itu direncanakan menjadi agenda rutin partai ke depan.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cilegon, Awab, merinci peserta yang hadir dalam kegiatan di Kalitimbang. Mereka terdiri dari pengurus harian, kader, pengurus PAC, warga setempat, serta rombongan DPD Partai Demokrat Provinsi Banten.
“Alhamdulillah sekitar 140 orang ikut dalam kegiatan ini, mulai dari pengurus harian, kader, warga, PAC hingga rombongan dari DPD Partai Demokrat Provinsi Banten,” katanya.
Awab berharap aksi bersih-bersih itu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mendorong semangat gotong royong kembali hidup di tengah masyarakat sebagai kebiasaan sehari-hari.
“Gotong royong wajib dilakukan, bukan hanya dalam kegiatan seperti ini, tetapi juga menjadi budaya di lingkungan tempat kita tinggal,” ujarnya.