Kebakaran Hebat Hanguskan Pabrik Dupa di Periuk Tangerang, 14 Damkar dan 60 Personel Dikerahkan

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 13:27:01 WIB
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melahap pabrik dupa di Periuk, Tangerang, pada Senin (tanggal).

TANGERANG — Api dengan cepat melahap tumpukan bahan baku kemenyan di dalam pabrik dupa tersebut. Asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara, terlihat dari jarak jauh, saat petugas pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 16.40 WIB.

Kendala Armada Damkar Terjebak Macet Jam Pulang Kerja

Kepala UPT Damkar dan Penyelamatan Korban Periuk, Kamaludin Azizi, mengatakan proses pemadaman melibatkan 50 hingga 60 personel. Namun, perjalanan armada pemadam sempat tertahan akibat kepadatan lalu lintas di jalur pulang kerja.

"Kesulitannya karena ini memang jalur pulang kerja. Lalu lintas dari arah Tangerang menuju Sepatan hingga Kampung Melayu agak sedikit terhambat, sehingga perjalanan armada kami sempat tertahan," ujar Kamaludin.

Bahan Baku Kemenyan Jadi Pemicu Api Cepat Membesar

Material yang terbakar didominasi bahan baku kemenyan yang bersifat mudah terbakar. Hal itu membuat api sulit dikendalikan saat petugas tiba di lokasi.

"Ini yang terbakar jenis bahan kemenyan. Sampai saat ini kami belum mengetahui penyebabnya karena saat kami menerima laporan dan sampai di lokasi, api sudah telanjur besar," jelas Kamaludin.

Proses Pendinginan Masih Berlangsung

Meskipun api berhasil dipadamkan, petugas BPBD Kota Tangerang masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Proses ini penting untuk mencegah kobaran api muncul kembali dari sisa material yang masih panas.

Kamaludin menambahkan, pasokan air selama pemadaman tidak menjadi kendala karena tersedia sumber air yang cukup di sekitar lokasi pabrik. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: barayanews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top