BANTEN — Google menghadirkan Enhanced Protection di Android yang memakai Gemini Nano untuk mendeteksi SMS penipuan secara on-device. Fitur ini memperluas Scam Detection di Google Messages dengan analisis berbasis cloud yang lebih aman, peringatan link dari nomor tak dikenal, dan proteksi link berbahaya. Rangkaian pembaruan keamanan ini menyasar pengguna Android global, termasuk di Indonesia yang menjadi salah satu pasar smartphone terbesar.
Google menambah lapisan pertahanan baru bagi pengguna Android melalui fitur Enhanced Protection. Fitur ini mengandalkan model AI Gemini Nano yang berjalan di perangkat untuk mengenali pola SMS penipuan tanpa harus mengirim seluruh isi pesan ke server.
Pengembangan Enhanced Protection dibangun di atas fondasi Scam Detection yang sudah lebih dulu ada di Google Messages. Google menyebut pendekatan on-device ini dipadukan dengan analisis berbasis cloud yang aman untuk menangkap serangan yang lebih canggih.
Fitur ini menganalisis percakapan SMS secara bertahap, bukan sekadar mencocokkan kata kunci. Pola komunikasi yang dibangun perlahan oleh penipu jadi sasaran utama deteksi.
Google menyatakan penipu kerap menyamarkan motif mereka di balik percakapan yang dibangun secara perlahan. Analisis cloud yang aman disebut meningkatkan dan memperluas sistem deteksi di perangkat, sehingga serangan baru yang canggih bisa dikenali lebih cepat.
Selain deteksi SMS, Google menambahkan peringatan untuk link yang dikirim dari nomor tidak dikenal. Perlindungan link baru ini menargetkan domain yang belum terdaftar di katalog Google, celah yang sering dipakai pelaku untuk menghindari filter.
Perlindungan link baru akan tersedia di Google Pixel 10 series atau yang lebih baru, Samsung Galaxy S26 series, Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Flip 8, dan sejumlah perangkat terpilih lainnya.
Fitur Scam Detection di notifikasi chat diperluas secara global ke ponsel Android berbagai vendor. Daftarnya mencakup Honor, Infinix, Motorola, OnePlus, Oppo, Tecno, Vivo, dan Xiaomi.
Scam Detection akan menampilkan peringatan "kemungkinan penipuan" pada notifikasi chat yang dicurigai. Jika peringatan diklik, pengguna akan melihat sejumlah tips untuk menjaga keamanan data pribadi.
Google menambahkan perlindungan berbagi layar yang otomatis menyembunyikan kolom login dan halaman pembayaran saat screen sharing lewat Google Chrome atau Android System WebView. Fitur ini tersedia untuk ponsel dengan Android 15 ke atas.
Aturan lain menyasar praktik call forwarding diam-diam di latar belakang. Google akan melarang aplikasi meneruskan panggilan tanpa sepengetahuan pengguna, langkah untuk mencegah pencurian one-time password lewat pengalihan panggilan verifikasi.
Fitur larangan call forwarding akan digulirkan pada awal Desember di Google Pixel dan ponsel tertentu. Jadwal ini menjadikannya pembaruan keamanan pertama yang menyentuh lapisan sistem telepon, bukan hanya aplikasi pesan.
Penipuan lewat SMS dan WhatsApp masih menjadi modus dominan di Indonesia, mulai dari phishing rekening hingga pencurian OTP. Kehadiran deteksi berbasis on-device memberi perlindungan tambahan tanpa bergantung penuh pada filter operator.
Namun ketersediaan fitur bergantung pada vendor dan versi Android. Pengguna ponsel kelas menengah perlu menunggu rollout dari masing-masing produsen sebelum Enhanced Protection aktif di perangkat mereka.
Bagi pelaku bisnis digital, pembaruan ini menandai arah baru keamanan mobile: AI lokal jadi lapisan pertama sebelum data menyentuh cloud. Investor startup keamanan siber di Asia Tenggara kemungkinan mencermati model serupa untuk pasar lokal.