LEBAK — Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta menyatakan pihaknya masih mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan hingga saat ini. Sejak status siaga darurat diberlakukan, BPBD mengirim pasokan setiap hari untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) warga.
Total air bersih yang telah disalurkan mencapai 1.375.000 liter. Bantuan itu menjangkau 110.373 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 75 desa pada 20 kecamatan.
Untuk memperlancar distribusi, BPBD Lebak mengerahkan tiga armada kendaraan tangki. Operasi pengiriman air juga dibantu relawan Tagana dan BPBD Provinsi Banten.
"Kami menyiapkan tiga armada kendaraan tangki, juga dibantu oleh relawan Tagana, BPBD Banten," ungkap Sukanta, dikutip dari Antara, Minggu, 18 Oktober 2026.
Menurutnya, pendistribusian ke lokasi terdampak berjalan lancar sesuai permintaan warga. Masyarakat mengantre secara tertib, dan BPBD telah menyusun jadwal distribusi bagi wilayah yang kekeringan.
Warga yang membutuhkan pasokan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui aparat desa setempat. Permohonan itu kemudian dilaporkan melalui WhatsApp ke Kantor BPBD Lebak.
Layanan tersebut tidak dipungut biaya. "Kami menyalurkan air bersih gratis, tanpa dipungut biaya, karena merupakan bagian pelayanan terhadap masyarakat," ujar Sukanta.
Di Kecamatan Cilograng, krisis air bersih berlangsung sekitar empat bulan. Kemarau panjang membuat sumur warga mengering sehingga pasokan MCK bergantung pada bantuan BPBD.
Samun, warga Cilograng, mengaku lega setelah menerima kiriman air. "Kami sekarang bisa memenuhi kebutuhan MCK untuk beberapa hari ke depan dari bantuan air bersih BPBD Lebak," ucapnya.
Sejumlah kecamatan di selatan Lebak dilaporkan belum mengalami hujan sama sekali sepanjang periode kemarau. Status siaga darurat air bersih pun diperpanjang mengikuti kondisi cuaca hingga pertengahan Oktober 2026.