RANGKASBITUNG — Laman resmi DPRD Kabupaten Lebak diduga menjadi sasaran peretasan oleh pihak tidak bertanggung jawab pada Minggu (3/3/2026). Situs dengan alamat dprd-lebak.go.id tersebut menampilkan pesan terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan nasional.
Aksi peretasan ini terdeteksi sekitar pukul 13.10 WIB. Pelaku secara spesifik mendesak Kepala Negara untuk mengevaluasi kembali dan menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program unggulan pemerintah pusat.
Pesan Terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto
Peretas menggunakan halaman utama situs wakil rakyat tersebut untuk menyampaikan aspirasi pribadi. Dalam unggahannya, pelaku mengaku sebagai bagian dari rakyat yang peduli terhadap masa depan ekonomi bangsa.
"Kepada yang terhormat, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Melalui halaman ini, saya menyampaikan pesan pribadi sebagai bagian dari rakyat yang peduli akan masa depan bangsa. Saya memohon agar Bapak mempertimbangkan kembali dan menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG)," tulis peretas dalam laman tersebut.
Meskipun mengakui program tersebut memiliki niat baik, pelaku menguraikan sejumlah kekhawatiran mendalam. Dampak negatif jangka panjang bagi masyarakat menjadi alasan utama di balik tuntutan tersebut.
Risiko Beban Fiskal dan Potensi Inflasi
Pelaku menguraikan tiga poin krusial yang menjadi dasar penolakan terhadap program MBG. Kekhawatiran pertama berkaitan dengan alokasi anggaran raksasa yang dinilai berisiko memperlebar defisit APBN secara signifikan.
"Beban fiskal negara: Anggaran raksasa yang dialokasikan berisiko membebani APBN dan meningkatkan utang negara yang akhirnya ditanggung rakyat," lanjut pesan peretas tersebut.
Selain masalah utang, peretas menyoroti ancaman inflasi di tingkat daerah maupun nasional. Pendanaan program ini dianggap memiliki potensi memicu kenaikan pajak atau harga kebutuhan pokok lainnya yang justru akan menyulitkan warga.
Kritik Terhadap Ketepatan Sasaran Bantuan
Masalah logistik dan akurasi data penerima juga menjadi poin tajam dalam pesan tersebut. Pelaku menilai kerumitan penyaluran di lapangan rawan disalahgunakan dan sering kali tidak menyentuh akar permasalahan kemiskinan yang sebenarnya.
"Ketidaktepatan sasaran: Kerumitan logistik di lapangan rawan disalahgunakan dan seringkali tidak menyentuh akar permasalahan kemiskinan yang sebenarnya," tulis pelaku peretasan di laman DPRD Lebak.
Sebagai solusi alternatif, peretas menekankan pentingnya kebijakan yang lebih berkelanjutan bagi ekonomi rakyat. Pemerintah diminta lebih fokus pada penguatan lapangan kerja dan stabilitas harga pangan daripada memberikan bantuan instan yang membebani keuangan negara.
"Hentikan program MBG demi masa depan ekonomi rakyat," tegas pelaku di akhir pesan yang diunggahnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Sekretariat DPRD Lebak maupun Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lebak mengenai langkah pemulihan situs atau identitas pelaku peretasan tersebut.