Pencarian

Kolombia Incar Posisi Hub Bitcoin Global Lewat Surplus Energi Terbarukan

Rabu, 06 Mei 2026 • 22:04:01 WIB
Kolombia Incar Posisi Hub Bitcoin Global Lewat Surplus Energi Terbarukan
Presiden Kolombia Gustavo Petro mengusulkan pemanfaatan surplus energi terbarukan untuk penambangan Bitcoin di pesisir Karibia.

Presiden Kolombia Gustavo Petro berencana mengubah kawasan pesisir Karibia menjadi pusat penambangan Bitcoin dengan memanfaatkan surplus energi terbarukan yang melimpah. Langkah ini meniru kesuksesan Paraguay yang kini menguasai 4,3 persen kekuatan tambang dunia berkat pasokan listrik murah. Inisiatif tersebut muncul di tengah tren perusahaan tambang Amerika Serikat yang mulai mengalihkan infrastruktur mereka untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI).

Presiden Kolombia Gustavo Petro membidik kota-kota di pesisir Karibia seperti Barranquilla, Santa Marta, dan Riohacha sebagai lokasi strategis pusat data kripto. Melalui unggahan di platform X, Petro menegaskan bahwa pemanfaatan energi bersih yang tidak terpakai untuk menambang Bitcoin dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi wilayah tersebut.

Rencana ini bukan tanpa dasar. Laporan Bank Dunia pada 2024 menunjukkan bahwa 75 persen produksi listrik Kolombia berasal dari sumber terbarukan, angka yang mencapai dua kali lipat rata-rata global. Wilayah pesisir Karibia memiliki potensi tenaga angin dan surya yang sangat besar, namun sejauh ini kapasitas tersebut belum dioptimalisasi secara komersial untuk industri skala besar.

Belajar dari Strategi Agresif Paraguay

Ambisi Petro dipicu oleh keberhasilan Paraguay yang berhasil menyodok ke posisi empat besar yurisdiksi penambangan Bitcoin global, di bawah Amerika Serikat, Rusia, dan China. Paraguay memanfaatkan energi hidroelektrik dari Bendungan Itaipu yang menghasilkan listrik enam kali lipat lebih besar dari kebutuhan domestik penduduknya.

Data dari Hashrate Index mengonfirmasi bahwa Paraguay kini memegang 4,3 persen pangsa hashrate dunia. Pada periode 2021-2022, negara tersebut menjadi magnet bagi penambang industri karena mampu mengunci tarif listrik di kisaran 0,03 dolar AS per kilowatt-hour. Kolombia melihat celah serupa untuk menarik modal asing yang kini mulai bergeser dari pasar Amerika Utara.

Peluang di Tengah Migrasi Penambang AS ke Sektor AI

Industri kripto global saat ini sedang mengalami pergeseran peta kekuatan. Banyak perusahaan tambang besar di Amerika Serikat yang mulai mengubah haluan bisnis mereka menjadi penyedia infrastruktur high-performance computing untuk menyokong kebutuhan AI yang margin keuntungannya jauh lebih tinggi.

Laporan CoinDesk mencatat perusahaan tambang AS telah menandatangani kontrak AI senilai total 70 miliar dolar AS dan mulai mencairkan cadangan Bitcoin mereka untuk mendanai transisi tersebut. Kondisi ini membuka ruang bagi negara-negara dengan biaya listrik rendah dan dukungan pemerintah yang kuat, seperti Kolombia, untuk mengambil alih pangsa pasar penambangan yang ditinggalkan.

Melibatkan Masyarakat Adat Wayúu sebagai Pemilik Modal

Satu poin yang membedakan visi Petro dengan negara lain adalah aspek inklusivitas sosial. Ia mengusulkan agar komunitas adat Wayúu, kelompok pribumi terbesar di pesisir Karibia Kolombia, dilibatkan sebagai pemilik bersama (co-ownership) dalam proyek-proyek penambangan Bitcoin ini.

Langkah ini dinilai sebagai upaya mitigasi terhadap isu lingkungan dan sosial yang sering menghantam industri kripto. Dengan menjadikan masyarakat lokal sebagai pemangku kepentingan langsung, pemerintah berharap manfaat ekonomi dari pemanfaatan energi idle ini bisa langsung dirasakan oleh warga di wilayah yang selama ini tertinggal secara infrastruktur.

Tantangan Regulasi dan Tarif Listrik

Meski memiliki potensi energi yang masif, mengubah visi politik menjadi kebijakan konkret tetap menjadi tantangan besar bagi pemerintahan Petro. Kolombia masih harus merumuskan kerangka regulasi yang jelas, prosedur lisensi penambangan, hingga kesepakatan tarif listrik industri yang kompetitif.

Pengalaman di Paraguay menunjukkan bahwa fluktuasi biaya listrik dan persyaratan deposit yang ketat dari perusahaan listrik negara (ANDE) sempat menekan operator kecil. Kolombia perlu memastikan bahwa kebijakan tarif mereka cukup stabil untuk menarik pemain besar seperti HIVE Digital atau Penguin Group agar mau menanamkan investasi jangka panjang di wilayah Karibia.

Bagikan
Sumber: coindesk.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks