Pencarian

Mercedes S400 BlueHybrid 2009 Pelopor Baterai Lithium-ion di Mobil Hybrid Massal

Sabtu, 30 Mei 2026 • 18:35:01 WIB
Mercedes S400 BlueHybrid 2009 Pelopor Baterai Lithium-ion di Mobil Hybrid Massal
Mercedes S400 BlueHybrid 2009 menjadi pelopor penggunaan baterai lithium-ion pada mobil hybrid massal.

BANTEN — Ketika baterai lithium-ion masih dianggap terlalu mahal dan berisiko untuk mobil hybrid, Mercedes-Benz justru mengambil langkah berani. Pabrikan asal Jerman itu mengintegrasikan baterai lithium-ion langsung ke sistem pendingin mesin pada S400 BlueHybrid. Solusi itu menjaga suhu baterai tetap ideal antara 59 hingga 95 derajat Fahrenheit, sekaligus membuktikan bahwa teknologi ini aman digunakan dalam kondisi lalu lintas nyata.

Baterai Lithium-ion vs NiMH: Lompatan Teknologi yang Signifikan

Baterai lithium-ion memiliki keunggulan dibanding pendahulunya, NiMH. Dengan kepadatan energi mencapai 270 watt-jam per kilogram (Wh/kg), baterai ini dua hingga empat kali lebih padat dari NiMH yang hanya 60–120 Wh/kg. Selain lebih ringan dan kompak, lithium-ion juga memiliki tingkat self-discharge lebih rendah dan siklus hidup lebih panjang.

Meski begitu, tantangan terbesar adalah volatilitas baterai lithium-ion yang rentan terbakar akibat elektrolit cair. Integrasi ke sistem pendingin mesin menjadi terobosan yang kemudian diadopsi oleh banyak pabrikan lain.

Performa V6 Atkinson yang Irit Bahan Bakar

S400 BlueHybrid tidak mengandalkan mesin V8 atau V12 seperti saudaranya. Mobil ini menggunakan mesin 3.5 liter V6 Atkinson-cycle yang dipadukan motor listrik 20 hp dan torsi 118 lb-ft. Total output mencapai 295 hp dan 284 lb-ft, dengan akselerasi 0-60 mph dalam 7,1 detik dan top speed 155 mph.

Sistem mild-hybrid bekerja cerdas: saat deselerasi atau pengereman, mesin bensin mati di bawah 9 mph dan motor listrik 15 kW berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang baterai 120 volt. Energi yang terkumpul juga dipakai untuk membantu akselerasi dan mensuplai sistem kelistrikan onboard melalui transformator 12 volt.

Hasilnya, S400 BlueHybrid menjadi S-Class paling irit di zamannya dengan konsumsi BBM 19 mpg kota, 25 mpg jalan tol, dan 21 mpg kombinasi. Sebagai perbandingan, S550 bertenaga V8 5.5 liter hanya mencatat 15 mpg kota dan 23 mpg jalan tol.

Hanya Dua Mobil Listrik Lithium-ion Sebelum S400

Sebelum S400 BlueHybrid, hanya dua kendaraan listrik murni yang menggunakan baterai lithium-ion. Nissan Altra EV pada 1998 menjadi yang pertama, namun produksinya terbatas hanya 200 unit dan tidak dijual ke publik, melainkan disewakan ke armada komersial. Tesla Roadster generasi pertama menyusul sekitar satu dekade kemudian sebagai kendaraan kedua.

Berbeda dengan keduanya yang full electric, S400 BlueHybrid membawa teknologi ini ke segmen hybrid yang lebih massal. Langkah Mercedes itu membuka jalan bagi adopsi baterai lithium-ion secara luas di industri otomotif global.

Bagikan
Sumber: jalopnik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks