Pencarian

Pemkab Lebak Kembangkan 14 Pasar Tradisional Demi Putus Rantai Tengkulak, Petani Bisa Jual Langsung ke Konsumen

Selasa, 02 Juni 2026 • 13:47:01 WIB
Pemkab Lebak Kembangkan 14 Pasar Tradisional Demi Putus Rantai Tengkulak, Petani Bisa Jual Langsung ke Konsumen
Pemkab Lebak mengembangkan 14 pasar tradisional untuk mendukung petani menjual hasil panen langsung ke konsumen.

LEBAK — Pemerintah Kabupaten Lebak terus menggenjot pembangunan pasar tradisional sebagai solusi konkret bagi petani yang kesulitan menjual hasil bumi. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Yani, mengatakan saat ini sudah ada 14 lokasi pasar tradisional yang dikembangkan, baik melalui bantuan Kementerian Perdagangan maupun Pemerintah Provinsi Banten.

"Tahun 2025, kami mendirikan Pasar Narimbang di Rangkasbitung. Ini bagian dari upaya agar petani tidak lagi bergantung pada tengkulak," kata Yani, Selasa.

Pasar Tradisional Jadi Andalan Ekonomi Rakyat

Yani menjelaskan, Kabupaten Lebak belum memiliki satu pun pasar modern. Akibatnya, pasar tradisional menjadi tulang punggung perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi petani sayuran dataran rendah, buah-buahan, umbi-umbian, dan pisang.

Lima pasar terbesar yang menjadi andalan adalah Pasar Rangkasbitung, Maja, Muncang, Sampay, dan Bayah. Dari kelimanya, Pasar Rangkasbitung menjadi yang paling ramai dengan omzet rata-rata Rp1 juta per pedagang per hari.

Apa Dampaknya bagi Petani dan Pedagang Kecil?

Dengan adanya pasar tradisional, petani bisa menjual hasil panen langsung ke konsumen tanpa perantara. Ini membuat margin keuntungan petani lebih besar dibandingkan menjual ke pengepul.

Rudi, pedagang di Pasar Rangkasbitung, mengaku bertahan selama 10 tahun berjualan hasil alam meskipun bisnis daring mulai menjamur. "Kami menampung produk pertanian dan menjualnya secara eceran. Keuntungan bersih bisa Rp200-300 ribu per hari," ujarnya.

Berapa Omzet Pasar Tradisional Terbesar di Lebak?

Pasar Rangkasbitung menjadi primadona dengan perputaran uang mencapai Rp1 miliar per hari. Jumlah pedagang yang berjualan di sana mencapai 1.000 orang, menjadikannya pusat ekonomi terbesar di Kabupaten Lebak.

Mengapa Pasar Tradisional Masih Bertahan di Era Digital?

Menurut Yani, kehadiran pasar tradisional justru menjadi benteng ekonomi bagi masyarakat kecil. "Pasar tradisional menguntungkan petani karena bisa memutus mata rantai tengkulak maupun pengepul," tegasnya.

Selain itu, pembeli di pasar tradisional masih didominasi warga lokal yang membutuhkan bahan segar dengan harga terjangkau. Model transaksi tunai dan tawar-menawar langsung juga menjadi daya tarik tersendiri yang tidak bisa digantikan platform daring.

Kapan Pasar Narimbang Mulai Beroperasi?

Pasar Narimbang di Rangkasbitung direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2025. Pembangunannya didanai dari bantuan Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Provinsi Banten.

Dengan tambahan pasar baru ini, Pemkab Lebak berharap semakin banyak petani yang bisa menjual hasil panen tanpa tekanan harga dari tengkulak. Pemerintah daerah juga berencana menambah jumlah pasar tradisional di kecamatan-kecamatan lain yang belum memiliki fasilitas serupa.

Apakah Pasar Tradisional di Lebak Terancam oleh Toko Modern?

Saat ini, Kabupaten Lebak belum memiliki pasar modern seperti supermarket atau hipermarket. Hal ini membuat pasar tradisional menjadi satu-satunya pilihan bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok. Yani memastikan, pihaknya akan terus mempertahankan keberadaan pasar tradisional sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks