JAKARTA — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Kamis (4/6). Berdasarkan situs resmi Logam Mulia, harga dasar emas Antam ukuran 1 gram tercatat di level Rp 2.759.000.
Angka tersebut turun Rp 2.000 dibandingkan harga penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp 2.761.000 per gram. Penurunan ini sekaligus memutus tren kenaikan yang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Harga Buyback Ikut Terkoreksi
Tak hanya harga jual, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga ikut turun. Harga buyback hari ini dipatok Rp 2.499.000 per gram, turun Rp 2.000 dari posisi sebelumnya.
Selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini mencapai Rp 260.000 per gram. Angka ini menjadi pertimbangan bagi investor yang hendak menjual emas batangan dalam waktu dekat.
Daftar Harga Emas Antam Berbagai Ukuran
Berikut rincian harga emas Antam untuk sejumlah ukuran yang umum dibeli masyarakat:
- 0,5 gram: Rp 1.429.500
- 1 gram: Rp 2.759.000
- 5 gram: Rp 13.070.000
- 10 gram: Rp 25.585.000
- 25 gram: Rp 63.587.000
- 50 gram: Rp 126.945.000
- 100 gram: Rp 253.800.000
Harga Emas Antam di Pegadaian dan Butik Logam Mulia
Harga tersebut berlaku untuk pembelian di Butik Logam Mulia dan jaringan Pegadaian. Masyarakat yang ingin membeli emas Antam juga bisa mengakses harga yang sama melalui aplikasi Logam Mulia dan marketplace resmi.
Perlu dicatat, harga emas Antam di gerai fisik bisa berbeda tipis karena adanya biaya cetak dan ongkos kirim. Selisih biasanya berkisar antara Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per gram tergantung lokasi.
Apa yang Mempengaruhi Pergerakan Harga?
Pergerakan harga emas Antam mengacu pada harga emas dunia di pasar internasional. Dalam sepekan terakhir, harga emas global bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian suku bunga acuan Amerika Serikat dan data inflasi yang baru dirilis.
Analis memperkirakan harga emas masih berpotensi berfluktuasi dalam jangka pendek. Investor disarankan mencermati pergerakan dolar AS dan kebijakan bank sentral AS (The Fed) sebagai indikator utama.