LEBAK — Peresmian dilakukan secara daring dari Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah. Dari total 874 jembatan gantung yang telah dirampungkan, wilayah hukum Polda Banten menerima jatah terbanyak, yakni 145 unit yang tersebar di 203 desa dengan total panjang mencapai 3 kilometer.
Kapolri menyebut pembangunan infrastruktur tersebut berdampak langsung pada mobilitas warga, mulai dari anak sekolah, pekerja, hingga petani yang selama ini kesulitan mengangkut hasil bumi.
Manfaat Jembatan Gantung untuk Warga Bayah
Jembatan yang menghubungkan Desa Bayah Barat dan Darmasari ini menjadi jalur utama bagi sekitar 8.000 orang untuk menyeberang. Sebelumnya, warga harus menggunakan tali eretan yang jauh lebih berisiko, terutama saat membawa hasil pertanian atau dalam kondisi sakit.
Tokoh masyarakat Banten Selatan, Ahmad Sarip, mengatakan keberadaan jembatan ini menjadi penopang ekonomi masyarakat. Petani kini bisa menjual umbi-umbian, pisang, dan buah-buahan ke pusat kecamatan menggunakan sepeda motor tanpa biaya transportasi yang tinggi.
Bantuan Sembako dan Cek Kesehatan Gratis
Dalam kesempatan yang sama, kepolisian turut menyalurkan 1.500 paket sembako dan 1.000 tas sekolah untuk jenjang SD dan SMP di Kecamatan Bayah. Selain itu, layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga digelar bagi 1.500 orang.
"Kami berharap pembangunan jembatan gantung, penyaluran bahan pokok, dan pemeriksaan CKG dapat membantu mensejahterakan masyarakat," kata Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Harapan Warga: Jembatan Dirawat agar Awet
Kepala Desa Bayah Barat, Usup Suhendar, mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, dan Panglima TNI atas pembangunan jembatan ini. Ia berjanji warga akan menjaga dan merawat jembatan gantung tersebut agar kekuatannya bertahan lama.
Jembatan Gantung Merah Putih di Lebak memiliki panjang 53 meter dengan lebar 1,5 meter. Pembangunannya menjadi bukti bahwa akses transportasi dasar masih menjadi prioritas di daerah-daerah yang selama ini terisolasi.