TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar pelatihan bahasa isyarat bagi petugas pelayanan publik di lingkungan pemkot, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini berlangsung dua hari di Aula Kantor Dinsos Kota Tangerang.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudi mengatakan, pelatihan ini menyasar petugas yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat. Mereka berasal dari berbagai OPD, kecamatan, serta perwakilan Pengadilan Negeri dan Polres Metro Tangerang Kota.
Bekal Dasar untuk Petugas Loket dan Kecamatan
Menurut Acep, kemampuan berbahasa isyarat kini menjadi kebutuhan mendesak di tengah masih banyaknya penyandang disabilitas tuli yang kesulitan saat mengurus dokumen kependudukan, perizinan, atau layanan sosial.
“Pada hari kedua ini, kami melaksanakan pelatihan bahasa isyarat untuk mendukung proses pelayanan di seluruh OPD. Harapannya, pelayanan kepada masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, dapat semakin prima,” ujar Acep dalam keterangannya.
Ia menambahkan, petugas setidaknya dibekali kemampuan dasar untuk menangkap kebutuhan warga tuli. “Kita sering menjumpai masyarakat berkebutuhan khusus, khususnya penyandang tuli, di lapangan. Melalui pelatihan ini, setidaknya petugas memiliki kemampuan dasar untuk memahami apa yang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.
Pengalaman Pertama yang Berharga bagi Aparatur
Salah satu peserta, Budi Purnomo dari Kecamatan Ciledug, mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan semacam ini. Ia menilai keterampilan tersebut penting untuk menjamin kesetaraan akses layanan publik.
“Menurut saya ini sangat bermanfaat dan menjadi pengalaman pertama yang berharga. Sebagai petugas pelayanan, kita harus bisa memahami masyarakat dengan berbagai kondisi, termasuk penyandang disabilitas. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Arum Listiyana Cahyani, petugas pelayanan SKCK dari Polres Metro Tangerang Kota. Ia mencontohkan situasi di loket ketika pemohon datang dan menggunakan bahasa isyarat.
“Kalau ada pemohon yang datang ke loket dan menggunakan bahasa isyarat, setidaknya kami sudah memiliki bekal untuk memahami apa yang ingin disampaikan. Ini tentu akan mempermudah komunikasi dan pelayanan,” ujarnya.
Langkah Menuju Pelayanan Inklusif di Kota Tangerang
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang untuk mewujudkan pelayanan publik yang inklusif bagi seluruh warga, termasuk kelompok disabilitas. Dengan bekal bahasa isyarat, petugas diharapkan mampu memberikan pelayanan yang setara tanpa perlu perantara pihak ketiga.
Dinsos Kota Tangerang belum merinci jadwal pelatihan lanjutan atau perluasan peserta ke tingkat kelurahan. Namun, antusiasme peserta dari lintas instansi menunjukkan kebutuhan akan keterampilan ini terus meningkat seiring dengan kesadaran akan hak-hak penyandang disabilitas di ruang publik.