BANTEN — Perubahan pada mobil listrik dari tahun ke tahun biasanya mengikuti pola yang mirip: tenaga motor dinaikkan, kapasitas baterai digenjot, dan sistem pengisian daya diperbaiki. Toyota melakukan persis hal itu pada bZ 2026, penerus bZ4X yang sempat dikritik karena jarak tempuh pendek dan waktu cas yang lambat. Hasil pengujian langsung menunjukkan bahwa SUV kompak ini kini menjadi pesaing yang jauh lebih serius di segmennya.
Nama Baru, DNA Berbeda dari bZ4X
Toyota menghapus akhiran "4X" dari nama model ini. Kini cukup disebut bZ, singkatan dari "beyond Zero". Di Amerika Serikat, nama ini hanya dipakai untuk SUV kompak ini dan saudaranya yang lebih panjang, bZ Woodland. Toyota juga mulai meninggalkan skema penamaan global bZ yang sempat dipakai di China untuk model seperti bZ3 dan bZ7.
Meski berganti nama, bZ 2026 masih satu platform dengan Subaru Solterra. Namun ubahan pada powertrain dan komponen mekanisnya cukup menyeluruh. Baterai pada varian teratas kini diperkirakan berkapasitas 67 kWh, naik dari sebelumnya, sehingga jarak tempuh maksimum mencapai 314 mil (505 km) untuk varian XLE Plus penggerak roda depan.
Performa AWD 338 hp: 0-100 km/jam dalam 4,3 Detik
Peningkatan paling mencolok ada pada varian dual-motor all-wheel-drive. Tenaga melonjak dari 214 hp menjadi 338 hp—kenaikan lebih dari 50 persen. Saat diuji, Solterra Touring XT yang secara mekanis identik mencapai 60 mph (96 km/jam) dalam 4,3 detik. Angka ini menempatkan bZ setara dengan Hyundai Ioniq 5 dan Volkswagen ID.4 versi AWD.
Kami juga menjajal varian penggerak roda depan XLE Plus dengan motor 221 hp. Akselerasi 0-60 mph tercatat 6,2 detik. Meski tidak seekstrem versi AWD, angka ini sudah cukup impresif untuk ukuran SUV listrik kompak. Varian dasar XLE dengan motor 168 hp dan baterai 52 kWh memang lebih lambat, tapi tetap menunjukkan perbaikan pada handling dan kenyamanan berkendara.
Jarak Tempuh Nyata 250 Mil di Jalan Tol, Bisa Cas di Supercharger
Salah satu kelemahan terbesar bZ4X adalah jarak tempuh dunia nyata yang buruk. Model AWD lama hanya mencapai 160 mil (257 km) dalam uji jalan tol 75 mph. Kini, varian FWD XLE Plus mencatat 250 mil (402 km) dalam pengujian yang sama. Ini adalah lompatan signifikan dan hasilnya lebih baik dari beberapa rival langsung.
Dari sisi pengisian daya, Toyota mengganti port lama dengan NACS (North American Charging System) yang kompatibel dengan Supercharger Tesla. Meski daya maksimum DC fast-charging masih dibatasi 150 kW, kehadiran port ini membuka akses ke jaringan pengisian terluas di Amerika Utara. Pengisi daya onboard juga ditingkatkan dari 6,6 kW menjadi 11,0 kW untuk pengisian AC yang lebih cepat.
Kabin Lebih Lapang, Layar Sentuh Lebih Besar, Harga Mulai Rp 592 Juta
Interior bZ 2026 mendapat