Pencarian

Pertamina Genjot Produksi di Jawa, Targetkan Ketahanan Energi Lewat Sinergi Tiga Subholding

Kamis, 11 Juni 2026 • 15:44:31 WIB
Pertamina Genjot Produksi di Jawa, Targetkan Ketahanan Energi Lewat Sinergi Tiga Subholding
Oki Muraza meninjau fasilitas operasi Pertamina di Jawa sebagai bagian dari penguatan rantai pasok energi nasional.

BANTEN — Pertamina terus memperkuat rantai pasok energi nasional dengan mengedepankan semangat One Pertamina. Oki Muraza menegaskan hal ini saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah fasilitas operasi di Jawa pada Jumat, 5 Juni 2026. Tiga lokasi strategis yang disambangi meliputi fasilitas hulu migas di Jatibarang, fasilitas pemrosesan gas Balongan, hingga Kilang Balongan yang dikelola subholding hilir.

Menyatukan Hulu-Hilir di Klaster Jawa

Oki menilai Pulau Jawa merupakan pusat konsumsi energi terbesar di Indonesia. Karenanya, sinergi antar entitas bisnis menjadi krusial, bukan hanya untuk menaikkan produksi minyak, tetapi juga menjaga pasokan gas bumi. "Klaster Jawa memiliki kebutuhan energi yang sangat besar. Karena itu, seluruh lini harus bersinergi, mulai dari hulu hingga hilir," ujarnya.

Kilang Balongan menjadi salah satu andalan dengan kapasitas pengolahan mencapai 150 ribu barel per hari. Kilang dengan kompleksitas tertinggi ini memproduksi BBM berkualitas yang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan Jawa Bagian Barat. Sementara itu, Lapangan Jatibarang di Indramayu merupakan aset strategis hulu milik Pertamina EP yang terus dikembangkan, termasuk melalui struktur Akasia Prima.

Tak hanya minyak, pasokan gas bumi juga menjadi perhatian. Fasilitas Onshore Processing Facility (OPF) Balongan yang beroperasi sejak 2014 memroses gas dari lepas pantai PHE ONWJ. Fasilitas ini memiliki kapasitas pemrosesan hingga 40 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) sebelum gas dialirkan ke konsumen.

Percepatan Eksekusi di Tengah Ketidakpastian

Dalam kunjungannya, Oki juga mengingatkan pentingnya percepatan realisasi program kerja. Menurut dia, target dan strategi sudah disusun, sehingga fokus kini harus pada implementasi. "Target sudah ada, program kerja sudah ada, strateginya juga sudah ada. Banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama dan diselesaikan satu per satu," katanya.

Di tengah gejolak global, optimalisasi potensi dalam negeri menjadi tameng utama. Oki menekankan Pertamina bertanggung jawab memaksimalkan sumber daya energi nasional untuk menjaga ketahanan dan keberlanjutan bisnis. "Dalam situasi yang tidak menentu seperti saat ini, kita harus memaksimalkan seluruh potensi yang ada di dalam negeri," tegasnya.

Melalui Management Walkthrough ini, Pertamina ingin memastikan kolaborasi antarfungsi berjalan nyata, bukan sekadar wacana. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian tantangan operasional dan mengoptimalkan produksi energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks