Pencarian

Prabowo Buka Pintu Investasi Jerman: dari Baterai Mobil Listrik hingga Semikonduktor, Ini Sektor yang Ditawarkan

Senin, 15 Juni 2026 • 17:22:01 WIB
Prabowo Buka Pintu Investasi Jerman: dari Baterai Mobil Listrik hingga Semikonduktor, Ini Sektor yang Ditawarkan
Prabowo menawarkan empat sektor prioritas investasi Jerman, termasuk baterai kendaraan listrik dan semikonduktor.

BANTEN — Pemerintah Indonesia tidak hanya ingin menjual bahan mentah. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Prabowo menawarkan Jerman untuk masuk ke rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang—bahan baku utama baterai kendaraan listrik dan komponen elektronik. Langkah ini sejalan dengan ambisi hilirisasi industri yang selama ini digaungkan pemerintah.

"Kami sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan. Saya menekankan pentingnya hubungan Indonesia dan Eropa dan kami berharap perjanjian Indonesia-European Union CEPA bisa mencapai kesimpulan substantif," ujar Prabowo dalam konferensi pers usai pertemuan.

Empat Sektor Prioritas yang Ditawarkan ke Jerman

Prabowo secara spesifik menyebut empat bidang yang ingin diperkuat. Pertama, transisi energi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Kedua, hilirisasi industri yang selama ini menjadi program andalan pemerintah. Ketiga, pengembangan industri semikonduktor—sektor yang saat ini tengah diperebutkan negara-negara besar karena krisis chip global. Keempat, pengelolaan mineral kritis dan tanah jarang.

"Indonesia juga mengundang pihak Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor yang penting di Indonesia. Contoh di bidang transisi energi, di bidang hilirisasi industri, di bidang kendaraan karena kita akan menuju kepada kendaraan listrik, serta pengembangan industri semikonduktor," jelas Prabowo.

Selain itu, Prabowo mendorong keterlibatan Jerman dalam program Competitiveness Industrial Modernization and Trade Acceleration Program yang sudah berjalan. Ia juga menyambut baik implementasi Partnering in Business with Germany, program yang dirancang untuk memperkuat kapasitas UMKM Indonesia agar bisa naik kelas dan menembus pasar ekspor Eropa.

Dari Monas hingga Meja Perundingan: Momen Kenegaraan yang Hangat

Suasana pertemuan diawali dengan prosesi penyambutan resmi yang megah. Presiden Steinmeier tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 11.30 WIB, dikawal pasukan berkuda yang membawa bendera Indonesia. Rombongannya sempat melintasi kawasan Monas sebelum memasuki halaman istana. Puluhan siswa SD berseragam merah putih tampak antusias mengibarkan bendera kecil Indonesia dan Jerman.

Prabowo, yang mengenakan setelan jas abu-abu dan peci hitam, menyambut langsung Steinmeier di bawah tangga istana. Keduanya berjabat tangan erat dan berpelukan, lalu mengikuti prosesi upacara kenegaraan yang diiringi lagu kebangsaan kedua negara dan dentuman meriam 21 kali. Setelah sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu, kedua pemimpin menggelar pertemuan empat mata di ruang kerja presiden.

Dalam pertemuan itu, Prabowo didampingi sejumlah menteri kunci: Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Target Konkret: Perjanjian Dagang dan Komite Investasi Bersama

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia menargetkan penyelesaian substantif perjanjian dagang Indonesia-European Union CEPA. Jika terealisasi, perjanjian ini akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia ke Eropa, termasuk produk hasil hilirisasi dan komponen kendaraan listrik.

"Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Joint Economic and Investment Committee yang kedua tahun ini," ujar Prabowo, menandai komitmen untuk menjaga momentum investasi Jerman di Indonesia. Langkah ini menjadi krusial di tengah persaingan global merebut investasi hijau dan teknologi tinggi, di mana Indonesia ingin memastikan posisinya sebagai basis produksi, bukan sekadar pasar.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks