Pencarian

BUMD Lebak Niaga Serap 189.478 Ton Gabah Petani, Harga Rp6.500 per Kilogram Dijamin Stabil hingga Juni 2026

Kamis, 18 Juni 2026 • 20:22:01 WIB
BUMD Lebak Niaga Serap 189.478 Ton Gabah Petani, Harga Rp6.500 per Kilogram Dijamin Stabil hingga Juni 2026
BUMD Lebak Niaga menyerap 189.478 ton gabah petani dengan harga stabil Rp6.500 per kilogram hingga Juni 2026.

LEBAK — Kepastian harga gabah di tingkat petani menjadi faktor utama yang mendorong serapan tinggi oleh BUMD Lebak Niaga. Dari total panen gabah pungut yang mencapai 473.697 ton pada semester pertama 2026, perusahaan milik pemerintah daerah itu menyerap hampir separuhnya.

"Kita panen Januari hingga Juni 2026 mencapai 473.697 ton gabah pungut dan terserap BUMD Lebak Niaga 189.478 ton atau 40 persen," kata Rahmat Yuniar di Lebak, Kamis.

Keuntungan Petani Capai Rp19 Juta per Hektare

Dengan produktivitas rata-rata 6 ton gabah pungut per hektare, seorang petani bisa mengantongi Rp39 juta dari hasil panen. Setelah dipotong biaya produksi dan upah tenaga sebesar Rp10 juta per hektare, keuntungan bersih yang diraup mencapai Rp19 juta.

"Dari pendapatan Rp39 juta itu dipotong biaya produksi dan upah tenaga Rp10 juta/hektare maka petani bisa meraup keuntungan Rp19 juta," jelas Rahmat.

Distribusi ke Pasar dan Koperasi Desa Merah Putih

Beras lokal hasil produksi BUMD Lebak Niaga tidak hanya dipasok ke sejumlah pasar tradisional, tetapi juga ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kehadiran perusahaan daerah ini disebut-sebut menggerakkan kembali usaha pertanian pangan di Lebak yang sempat lesu akibat harga gabah anjlok saat panen raya.

Ahmad, petani asal Kecamatan Cibadak, mengaku panen awal Juni 2026 sebanyak 6 ton gabah pungut langsung ditampung BUMD Lebak Niaga. "Kami beruntung panen bisa menghasilkan pendapatan Rp39 juta setelah diserap perusahaan milik pemerintah daerah," ujarnya.

Tanpa Tengkulak, Petani Lebak Kini Lebih Tenang

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tambakbaya, Ruhiana, mengatakan petani di wilayahnya kini merasa tenang karena hasil panen tidak lagi bergantung pada tengkulak. Selain BUMD Lebak Niaga, Perum Bulog juga ikut menyerap gabah, sehingga harga jual tetap kompetitif.

"Penyerapan gabah sekarang bisa ditampung oleh perusahaan BUMD Lebak Niaga juga Perum Bulog, sehingga dipastikan pendapatan ekonomi relatif baik dan sejahtera," kata Ruhiana.

Target Swasembada: Indeks Pertanaman Ditingkatkan Jadi 3 Kali Setahun

Untuk mendukung program swasembada pangan nasional, para petani di Lebak kini menargetkan indeks pertanaman (IP) tiga kali musim tanam dalam setahun, naik dari sebelumnya 2,5 kali. Langkah ini diyakini bisa meningkatkan produksi beras lokal secara signifikan.

Diperkirakan panen pada Juni 2026 seluas 14 ribu hektare akan kembali diserap penuh oleh BUMD Lebak Niaga. "Kita menyakini dengan penyerapan gabah itu kedepan menjadi andalan ekonomi keluarga petani," tutup Rahmat.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks