TANGSEL — Perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang pesat tak hanya membawa kemudahan, tapi juga ancaman serius bagi kelompok rentan. Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebut perempuan dan anak menjadi sasaran paling mudah dari kejahatan siber, mulai dari perundungan hingga eksploitasi digital.
Mengapa Perempuan dan Anak Paling Rentan?
Menurut Benyamin, kerentanan itu muncul karena minimnya pemahaman tentang keamanan data pribadi dan etika berinteraksi di dunia maya. “Teknologi harus menjadi sarana untuk belajar, berkembang, dan berkreasi. Karena itu, perempuan dan anak perlu memiliki kemampuan menggunakan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Ia menambahkan, literasi digital bukan sekadar bisa mengoperasikan gawai. Lebih dari itu, masyarakat harus mampu mengenali potensi ancaman, menjaga data pribadi, dan menerapkan etika saat berinteraksi di ruang digital.
Keluarga Jadi Benteng Pertama
Benyamin menilai peran orang tua sangat krusial dalam membangun kebiasaan digital yang sehat. “Komunikasi dan pengawasan yang baik di lingkungan keluarga menjadi benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari berbagai risiko di ruang digital,” katanya.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan, lanjut dia, sudah mendorong berbagai program edukasi yang melibatkan keluarga, sekolah, dan komunitas. Lingkungan pendidikan juga dinilai punya peran strategis dalam membentuk budaya digital yang sehat melalui edukasi tentang etika digital, keamanan siber, dan pemanfaatan teknologi secara produktif.
Kolaborasi Semua Pihak Diperlukan
Wali Kota menegaskan, perlindungan terhadap perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan komunitas menjadi kunci. “Dengan literasi digital yang kuat, kita tidak hanya melindungi perempuan dan anak dari berbagai ancaman di dunia maya, tetapi juga mempersiapkan generasi yang cerdas, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif,” ujarnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga tercipta ruang digital yang aman dan sehat. “Teknologi akan terus berkembang. Karena itu, kemampuan memahami risiko dan memanfaatkannya secara positif harus menjadi bekal penting bagi masyarakat dalam menghadapi era digital,” pungkasnya.