TANGERANG — Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi intensif dengan BNPB untuk mempercepat penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin. Bantuan yang diharapkan berupa pengerahan helikopter untuk melakukan water bombing dari udara.
"Saya sudah mencoba terus-menerus komunikasi dengan BNPB, sambil minta laporan lapangan untuk penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin," kata Achmad Taufik di Tangerang, Selasa.
Akses Sulit dan Asap Pekat Jadi Kendala Pemadaman
Kesulitan utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah kondisi geografis tumpukan sampah yang menyerupai gunung. Kendaraan pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau titik api secara langsung.
"Dengan posisi tumpukan sampah seperti gunung menjadi kendala. Kesulitan kami untuk menjangkau ke atas kendaraan, sementara selang sudah cukup panjang juga tetapi memang karena pekatnya asap kami susah mengakses ke titik lokasi," ungkapnya.
Menurut Achmad Taufik, water bombing dari helikopter dinilai sebagai solusi paling efektif dalam situasi seperti ini. "Saya sudah berupaya ke BNPB untuk membantu mendatangkan helikopter, penyemprotan air dari atas. Dengan kondisi yang kesulitan armada kami untuk mendekat api itu," terangnya.
10 Damkar dan 45 Personel Dikerahkan
Sembari menunggu keputusan dari BNPB, BPBD Kabupaten Tangerang tetap mengoptimalkan sumber daya yang ada. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 45 personel dikerahkan untuk menjinakkan api.
Meski akses darat sulit, tim pemadam masih bisa menjangkau sumber air untuk penyemprotan. "Sumber air relatif bisa dijangkau dan aman. Walaupun jalannya agak kecil, tapi masih bisa kita akses," kata Achmad Taufik.
Gas Metana Diduga Jadi Pemicu Kebakaran
Berdasarkan informasi awal, kebakaran di TPA Jatiwaringin diduga dipicu oleh timbulan gas metana. Gas yang mudah terbakar ini muncul akibat cuaca ekstrem panas yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang.
"Apabila sudah panas yang begitu tinggi, maka dari tumpukan sampah itu, timbunan keluarlah asap. Dan lama-lama ini kan menjadi api dan terus-menerus akan merambat ke lokasi-lokasi yang lain," jelas Kepala BPBD Kabupaten Tangerang.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berupaya memadamkan api dan mencegah perambatan ke area lain di TPA Jatiwaringin.