TANGERANG — Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengungkapkan kebakaran bermula dari titik api kecil pada pagi hari yang sempat ditangani petugas internal TPA. Namun, hembusan angin yang cukup kencang membuat api menyebar dengan cepat ke area yang lebih luas.
"Kalau ditotal mungkin bisa lebih dari dua hektaran yang terbakar. Awalnya dari titik api kecil pagi, kemudian ditangani oleh petugas internal. Karena hembusan angin, akhirnya api menyebar," ujar Ujat.
Asap Tebal Masih Membubung, Petugas Fokus Pendinginan
Asap tebal berwarna putih keabu-abuan masih terlihat membubung dari area TPA. Petugas pemadam kebakaran melakukan penyemprotan dan pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap untuk mengantisipasi api kembali membesar.
Ujat menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang sedang kering menjadi tantangan utama di lapangan. "Alhamdulillah mulai bisa dikendalikan. Yang menyulitkan itu kondisi cuaca sedang kering dan hembusan angin cukup kencang, sehingga petugas harus berpacu dengan penyebaran api," katanya.
Aktivitas Pembuangan Sampah Tetap Berjalan Normal
Meski kebakaran melanda area yang cukup luas, aktivitas pembuangan sampah di TPA Jatiwaringin dipastikan tidak terganggu. Ujat mengatakan lokasi operasional pembuangan berada cukup jauh dari titik kebakaran, sehingga kendaraan pengangkut sampah masih bisa beroperasi seperti biasa.
Ujat juga menegaskan bahwa insiden ini tidak mempengaruhi rencana pembangunan landfill yang tengah dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Proyek tersebut tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Antisipasi Dampak Asap, DLHK Koordinasi dengan Puskesmas
Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak asap kebakaran terhadap warga sekitar, DLHK Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan puskesmas setempat. Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan situasi dan siap meminta dukungan tambahan apabila kebakaran kembali meluas akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.