TANGSEL — Jempol Trans menyiapkan dua hingga tiga unit bus jenis high deck untuk melayani trayek Pondok Cabe-Alam Sutera. Jumlah armada sengaja dibatasi karena layanan masih dalam tahap uji coba untuk mengukur minat masyarakat.
“Karena masih trial, kami belum tahu seperti apa respons masyarakat dan tingkat peminatnya. Jadi kami mulai sedikit-sedikit dulu,” ujar Jimi Wijaya.
Alasan Rute Pondok Cabe-Alam Sutera Dipilih
Pemilihan trayek ini mempertimbangkan potensi penumpang yang dinilai cukup tinggi. Menurut Jimi, mobilitas warga dari Pondok Cabe menuju Rawabuntu dan kawasan lain di Tangsel selama ini terbilang ramai.
“Dari sisi penumpang cukup banyak. Ada feeder-feeder warga, dan masih dalam wilayah Tangsel. Warga dari Pondok Cabe yang ingin menuju Rawabuntu dan kawasan lainnya juga cukup banyak,” katanya.
Rencana ini merupakan kelanjutan dari audiensi Jempol Trans dengan Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan. Sebelumnya, perusahaan telah menjalankan layanan shuttle di sejumlah kawasan, termasuk Graha.
Koordinasi dengan Dishub Tangsel dan Persiapan Halte
Sebelum uji coba dimulai, Jempol Trans masih berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel. Pembahasan mencakup perizinan, kesiapan armada, hingga penentuan titik halte agar tidak memicu persoalan dengan angkutan umum yang sudah beroperasi lebih dulu.
“Kami masih dikondisikan dengan Dinas Perhubungan, termasuk soal izin dan hal-hal lainnya. Kami mempersiapkan unitnya, sementara Dishub juga menyiapkan halte-haltenya,” jelas Jimi.
Jumlah titik pemberhentian belum dipastikan. Rute akan disesuaikan dengan hasil kajian dan titik-titik yang berpotensi memiliki permintaan penumpang tinggi.
Target 300 Penumpang per Hari agar Operasional Impas
Masa uji coba diperkirakan berlangsung dua hingga tiga bulan. Selama periode itu, perusahaan akan mengevaluasi tingkat keterisian dan kemampuan trayek menutup biaya operasional.
Jimi menargetkan minimal 200 hingga 300 penumpang per hari agar layanan ini masih masuk secara operasional. Jika realisasinya hanya sekitar 100 penumpang per hari, pihaknya akan mengevaluasi kembali kelanjutan trayek tersebut.
“Kalau hanya sekitar 100 penumpang, tentu kami tidak bisa menutup biaya operasional. Kalau memang seperti itu, mungkin kami akan pelan-pelan mundur,” pungkasnya.
Tarif Belum Final, Menunggu Hasil Uji Coba
Soal tarif, Jempol Trans belum memutuskan angka final. Perkiraan sementara untuk perjalanan Pondok Cabe-Alam Sutera berada di kisaran Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu.
“Untuk tarif belum pasti. Kisaran mungkin Rp20 ribu sampai Rp25 ribu, tetapi kami masih perlu berdiskusi dan melihat kondisi di lapangan,” kata Jimi.
Pihaknya menegaskan kesiapan menjalankan uji coba meski tanpa subsidi operasional dari pemerintah. Keberlanjutan trayek sepenuhnya bergantung pada jumlah penumpang selama masa percobaan.