PANDEGLANG — Reni Marhaeni menorehkan prestasi di ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 tingkat Provinsi Banten. Siswi SDN Cililitan 3, Kecamatan Picung, itu meraih Juara 2 Lomba Ngedongeng Sunda. Penyerahan kadeudeuh berlangsung Senin, 12 Oktober 2026.
Kadeudeuh berupa uang saku diserahkan Camat Picung Masroni mewakili Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani. Pemberian itu sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan bakat Reni di bidang kebudayaan daerah.
Dari Juara Kabupaten ke Panggung Provinsi
Sebelum melaju ke tingkat provinsi, Reni lebih dulu menyabet gelar Juara 1 Lomba Ngedongeng Sunda tingkat Kabupaten Pandeglang. Capaian itu menjadi modalnya tampil di level Banten.
Kualitas penampilannya bertahan hingga panggung provinsi. Reni dinilai mampu menjaga konsistensi sejak babak kabupaten hingga provinsi.
Apresiasi Camat Picung untuk Reni Marhaeni
Masroni menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih siswi asal wilayahnya. Menurut dia, capaian Reni adalah bukti nyata bakat, kerja keras, dan dedikasi dalam melestarikan kebudayaan daerah.
"Kami sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Reni Marhaeni atas prestasi luar biasa ini. Ini adalah bukti nyata dari bakat, kerja keras, dan dedikasi dalam melestarikan kebudayaan daerah," katanya, setelah memberikan kadeudeuh atau uang saku yang mewakili Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani kepada siswi berprestasi Senin, 12 Oktober 2026.
Masroni menambahkan, penghargaan tersebut merupakan bentuk dukungan penuh dari pemerintah kecamatan terhadap pengembangan bakat generasi muda sejak dini. Langkah itu sekaligus menjadi upaya konkret menyukseskan pelestarian budaya Sunda di wilayah Banten.
Harapan agar Memicu Semangat Siswa Lain
Pemerintah daerah dan kecamatan berharap pencapaian SDN Cililitan 3 menjadi pemantik semangat, motivasi, serta inspirasi bagi seluruh siswa-siswi di Kecamatan Picung.
"Untuk berani bermimpi, terus berkarya, dan mencetak prestasi-prestasi baru di masa depan," katanya.
Prestasi Reni menambah daftar capaian pelajar Pandeglang di ajang FTBI 2026. Kegiatan itu menjadi ruang bagi generasi muda Banten untuk menunjukkan kemampuan berbahasa dan melestarikan budaya Sunda.