Pencarian

Pelindo Ambil Alih Nota Layanan Nonpetikemas di Jatim, Ini Tujuannya

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 15:36:01 WIB
Pelindo Ambil Alih Nota Layanan Nonpetikemas di Jatim, Ini Tujuannya
Pelindo Regional 3 menyosialisasikan peralihan pengelolaan nota layanan barang nonpetikemas di tiga titik di Jawa Timur.

BANTEN — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 menyosialisasikan peralihan pengelolaan nota layanan barang nonpetikemas dari PT Pelindo Multi Terminal ke Pelindo Regional 3 di Jawa Timur. Langkah ini dilakukan agar proses administrasi lebih ringkas tanpa mengganggu operasional bongkar muat di pelabuhan.

Paragraf pembuka: Sosialisasi menyasar pengguna jasa di tiga titik utama: lingkungan PMT Branch Jamrud Nilam Mirah, Terminal Curah Kering Terminal Teluk Lamong, serta Pelabuhan Kalimas. Kegiatan dipimpin Branch Manager PMT Jamrud Nilam Mirah dan Terminal Curah Kering Teluk Lamong Muh Junaedhy, yang mewakili Sub Regional Head Jawa.

Hadir mendampingi, Regional Division Head Komersial Pelindo Regional 3 Raharja Sutanama dan Regional Division Head Pengelolaan Keuangan dan Perpajakan Pelindo Regional 3 I Gusti Putu Arya. Keduanya memberi penjelasan sekaligus menjawab pertanyaan para pengguna jasa yang hadir.

Alasan di Balik Peralihan Nota Layanan

Muh Junaedhy menegaskan, kebijakan ini dirancang untuk memangkas jalur administrasi yang selama ini berlapis. Dengan begitu, pelayanan ke pengguna jasa bisa lebih cepat tanpa mengorbankan mutu.

"Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk penyederhanaan serta percepatan proses dengan tidak meninggalkan performa layanan. Sementara itu, secara operasional bisnis tetap dijalankan oleh tim terkait secara murni berfokus pada aspek operasional (pure operation)," ujarnya.

Pemisahan fungsi administrasi dan operasional menjadi inti perubahan. Tim operasional tetap menangani kegiatan bongkar muat di lapangan, sementara pengelolaan nota layanan berpindah ke Pelindo Regional 3.

Siapa yang Terdampak

Pengguna jasa di kawasan Jamrud Nilam Mirah dan Terminal Curah Kering Teluk Lamong menjadi pihak pertama yang merasakan mekanisme baru. Kedua terminal melayani komoditas curah kering yang selama ini jadi tulang punggung arus logistik Jawa Timur.

Pelabuhan Kalimas juga masuk cakupan sosialisasi. Pelabuhan rakyat di Surabaya itu melayani kapal-kapal kecil pengangkut barang kebutuhan pokok, sehingga kelancaran administrasinya berdampak langsung ke pedagang dan distributor lokal.

Pelindo berharap para pengguna jasa memahami mekanisme peralihan sebelum kebijakan berlaku penuh. Sosialisasi digelar agar pelaksanaannya berjalan efektif dan transparan, tanpa menimbulkan kebingungan di lapangan.

Dampak ke Arus Logistik

Perubahan ini merupakan bagian dari upaya Pelindo memperbaiki kualitas pelayanan barang nonpetikemas. Selama ini, barang nonpetikemas seperti curah kering, kendaraan, dan proyek besar menjadi segmen yang tumbuh cepat di pelabuhan-pelabuhan Tanjung Perak dan sekitarnya.

Dengan nota layanan yang lebih sederhana, waktu tunggu pengurusan dokumen diharapkan memendek. Ujungnya, arus logistik di Jawa Timur dan wilayah sekitarnya bisa bergerak lebih lancar.

Bagi pelaku usaha, kepastian mekanisme administrasi sama pentingnya dengan kecepatan bongkar muat. Keterlambatan dokumen kerap membuat barang tertahan di lapangan dan menambah biaya penyimpanan.

Pelindo Regional 3 sendiri menaungi sejumlah pelabuhan strategis di Jawa Timur, termasuk Tanjung Perak sebagai pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia. Peralihan nota layanan nonpetikemas menambah daftar penataan layanan yang dilakukan BUMN kepelabuhanan itu di kawasan tersebut.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: memorandum.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks