BANTEN — Saham emiten tambang batu bara Grup Bakrie-Salim ini naik 4,55 persen ke level Rp230 per saham hingga pukul 10.06 WIB. Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp533,89 miliar, menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penguatan ini sekaligus memperpanjang tren positif BUMI yang sudah berlangsung dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Aksi korporasi pengambilalihan Loyal Metals Ltd yang telah resmi dituntaskan menjadi katalis utama di balik pergerakan saham ini.
Level Kunci yang Perlu Ditembus BUMI
BRI Danareksa Sekuritas menilai BUMI masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan setelah berhasil menembus area resistance 196-202. Namun, ada satu level krusial yang harus ditaklukkan lebih dulu: moving average 200-hari (MA200) yang berada di posisi 232.
"Dengan harga saat ini di 230 dan sedang menguji MA200 (232). Harga masih bertahan di atas MA20 (195), sementara MACD bullish dengan histogram yang kembali menguat," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya, Selasa (8/9/2026).
Apabila BUMI mampu menembus dan bertahan di atas garis MA200, sekuritas tersebut memproyeksikan saham berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level 237-248 sebagai resistance sekaligus target terdekat.
Katalis Akuisisi Loyal Metals
Rampungnya akuisisi Loyal Metals Ltd menjadi pendorong sentimen positif bagi investor. Langkah ekspansi ini memperkuat posisi BUMI di tengah kondisi harga komoditas yang masih fluktuatif.
Dari sisi fundamental, aksi korporasi ini diharapkan mampu menambah nilai bagi perseroan dalam jangka panjang. Pelaku pasar tampak merespons positif langkah strategis manajemen, tercermin dari volume transaksi yang relatif besar di awal sesi perdagangan.
Investor perlu mencermati pergerakan saham ini dalam beberapa sesi ke depan, terutama kemampuan BUMI untuk bertahan di atas level psikologis Rp230 sekaligus menembus MA200. Kegagalan menembus level tersebut berpotensi memicu koreksi teknikal jangka pendek.
Investasi mengandung risiko.