TANGSEL — SEMMI Banten menilai langkah Polres Tangerang Selatan membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat sebagai upaya yang perlu diperluas, bukan sekadar dijaga. Penilaian itu disampaikan menyusul sejumlah langkah kepolisian setempat dalam mempertahankan situasi wilayah tetap aman dan kondusif.
Ketua Umum PW SEMMI Banten Bima Rizky Ananda menyebut pendekatan Polres Tangsel di bawah kepemimpinan AKBP Boy Jumalolo menunjukkan upaya membangun hubungan yang lebih terbuka dengan warga. Menurutnya, komunikasi dan ruang kolaborasi dengan kelompok mahasiswa dan pemuda menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas daerah.
Mahasiswa Diminta Jadi Mitra Kritis, Bukan Sekadar Penentang
Bima menempatkan mahasiswa pada dua peran sekaligus: kelompok intelektual dan kontrol sosial. Karena itu, hubungan antara kepolisian dan mahasiswa menurutnya perlu dibangun secara sehat dan produktif.
Ia menegaskan fungsi kontrol sosial mahasiswa tidak harus selalu diwujudkan melalui kritik yang berseberangan dengan pemerintah maupun aparat penegak hukum. Kritik, kata dia, seharusnya disertai gagasan yang dapat membantu menyelesaikan persoalan.
"SEMMI tentu tetap menjalankan fungsi kontrol sosial. Namun, kritik harus dibangun secara konstruktif dan solutif. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga ikut memberikan gagasan dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat," tegas Bima, Rabu (9/9).
Ia menambahkan, mahasiswa harus mampu menempatkan diri sebagai mitra kritis sekaligus mitra strategis bagi kepolisian. Dengan posisi tersebut, mahasiswa tetap dapat menjalankan fungsi pengawasan tanpa mengabaikan kepentingan menjaga ketertiban masyarakat.
Kolaborasi Diperluas ke Ormas, Tokoh Agama, dan Komunitas
Selain mahasiswa, Bima mendorong Polres Tangsel memperluas komunikasi dengan organisasi kepemudaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai komunitas yang memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial di wilayah Tangsel.
Menurutnya, pola komunikasi yang intensif dapat membantu kepolisian memahami persoalan yang berkembang di masyarakat sekaligus mencegah munculnya konflik sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.
Bima menilai tantangan keamanan dan sosial saat ini semakin beragam. Penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pendekatan pencegahan, edukasi, komunikasi publik, dan pemberdayaan masyarakat.
"Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kolaborasi antara aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat," ujar Bima.
SEMMI Banten Siap Terlibat Jaga Suasana Sosial yang Demokratis
SEMMI Banten juga menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam berbagai upaya membangun suasana sosial yang aman dan demokratis di Banten. Kolaborasi dengan kepolisian akan terus didorong selama diarahkan pada kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah.
Bima berharap hubungan antara aparat keamanan dan kelompok mahasiswa tidak berhenti pada komunikasi formal. Menurutnya, sinergi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"Kami percaya bahwa kepolisian yang dekat dengan masyarakat, serta mahasiswa yang aktif memberikan gagasan dan kritik konstruktif, akan menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman, demokratis, dan berkeadilan," pungkasnya.