Keputusan AMD memperpanjang soket AM5 hingga 2029 bukan sekadar angka. Ini adalah pengakuan eksplisit bahwa membangun PC baru atau melakukan upgrade besar kini semakin mahal. Dengan kebijakan ini, pengguna yang sudah membeli motherboard AM5 saat peluncuran tahun 2022 bisa bernapas lega—mereka masih punya jendela upgrade prosesor setidaknya tujuh tahun ke depan.
Sebagai perbandingan, Intel biasanya hanya mendukung satu soket untuk dua generasi prosesor. AMD sendiri awalnya hanya menjanjikan dukungan AM5 hingga 2025, lalu diperpanjang ke "2027+", dan kini menjadi "paling tidak 2029". Setiap perpanjangan ini memberi nilai tambah pada motherboard yang sudah dibeli konsumen.
Di luar kejutan soal AM5, AMD juga merilis ulang Ryzen 7 5800X3D—prosesor yang pertama kali meluncur pada 2022. Chip ini dijuluki "10th Anniversary Edition" untuk merayakan satu dekade soket AM4 yang masih bertahan hingga hari ini.
Meski lebih lambat dari prosesor Ryzen 5000-series biasa dalam tugas produktivitas umum, 5800X3D unggul di gaming berkat tambahan 64MB L3 cache. Kelebihan ini membuatnya ideal bagi pengguna yang memasang GPU high-end di motherboard AM4, karena cache ekstra membantu mencegah prosesor menjadi hambatan performa (bottleneck).
Harga yang dipatok cukup menggoda: 349 dolar AS (sekitar Rp 5,6 juta). Angka ini justru lebih murah dari harga bekasnya di pasaran saat ini. Prosesor ini akan tersedia mulai 25 Juni mendatang.
Untuk soket AM5, AMD memperkenalkan Ryzen 7 7700X3D dengan harga 329 dolar AS (sekitar Rp 5,3 juta). Chip ini menjadi opsi baru di lini prosesor 3D V-Cache yang dirancang untuk memberi peningkatan performa gaming signifikan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Kombinasi antara harga yang kompetitif dan dukungan soket jangka panjang membuat lini AM5 semakin menarik bagi konsumen yang ingin membangun PC secara bertahap. Pengguna bisa membeli motherboard sekarang dan menunggu beberapa tahun sebelum upgrade ke prosesor generasi berikutnya tanpa harus mengganti seluruh platform.
Bagi pengguna PC di Indonesia, kabar ini berarti fleksibilitas lebih besar dalam merencanakan anggaran upgrade. Alih-alih harus mengganti motherboard setiap dua tahun, konsumen bisa fokus pada upgrade GPU atau komponen lain yang lebih berdampak langsung pada pengalaman gaming dan kerja.
Kembalinya 5800X3D juga menjadi angin segar bagi pemilik motherboard AM4 yang ingin memaksimalkan investasi tanpa harus beralih ke platform baru. Dengan harga setara Rp 5,6 juta, prosesor ini bisa menjadi pilihan rasional di tengah harga komponen PC yang masih tinggi secara global.