BANTEN — Persaingan ponsel harga Rp1 jutaan pada 2026 menunjukkan pergeseran signifikan. Perangkat yang dulu hanya identik dengan spesifikasi minimalis, kini mulai mengadopsi fitur seperti refresh rate tinggi, baterai jumbo, hingga konektivitas 5G. Setidaknya ada enam model yang patut diperhatikan, masing-masing dengan keunggulan yang berbeda.
Berikut rincian spesifikasi enam ponsel yang dirangkum dari berbagai ulasan teknologi:
Fitur yang paling menonjol di segmen ini adalah penggunaan layar dengan refresh rate 90 Hz hingga 120 Hz. Tecno Spark Go 3 dan Infinix Smart 20, misalnya, sudah membawa panel 120 Hz yang biasanya hanya ditemukan di ponsel kelas menengah. Ini memberikan pengalaman scrolling dan animasi yang lebih mulus tanpa menaikkan harga secara signifikan.
Dari sisi daya tahan, Oppo A6 menjadi primadona dengan baterai 6.500 mAh. Kapasitas ini memungkinkan penggunaan seharian penuh untuk aktivitas berat seperti streaming atau bermain game. Sementara itu, Nubia A76 5G menjadi satu-satunya model yang sudah mendukung jaringan 5G di harga satu jutaan, menjadikannya pilihan paling future-proof di antara keenamnya.
Seluruh model disebutkan dibanderol di kisaran Rp1 jutaan. Meski demikian, harga pasti per varian belum dirilis secara resmi oleh masing-masing produsen. Konsumen disarankan memantau kanal penjualan resmi seperti marketplace atau gerai offline untuk informasi harga dan ketersediaan stok terbaru.
Dengan hadirnya Oppo A6 yang membawa baterai 6.500 mAh, ponsel ini langsung unggul dalam hal ketahanan dibandingkan kompetitor seperti Itel A100C atau Tecno Spark Go 3 yang masih menggunakan baterai 5.000 mAh. Sementara itu, Nubia A76 5G menjadi pembeda karena sudah mendukung 5G, fitur yang belum dimiliki oleh lima model lainnya di daftar ini.
Infinix Smart 20 dan Tecno Spark 40 menawarkan keseimbangan antara layar lebar dan performa chipset yang lebih baik. Keduanya cocok untuk pengguna yang membutuhkan ponsel untuk hiburan dan produktivitas ringan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
Persaingan di kelas entry-level pada 2026 menunjukkan bahwa konsumen tidak lagi harus mengorbankan fitur hanya karena harga. Pilihan mulai dari ponsel fungsional murni hingga perangkat dengan dukungan 5G kini tersedia, memungkinkan pengguna menyesuaikan dengan kebutuhan harian mereka.