BANTEN — Laga yang berlangsung di Stadion Lusail, Senin (30/6/2026) malam WIB, langsung diwarnai kejutan. Mesir tampil tanpa rasa gentar dan sukses memimpin 2-0 di babak pertama melalui dua gol cepat yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Argentina.
Pelatih Lionel Scaloni melakukan penyesuaian taktik di ruang ganti. Hasilnya langsung terlihat lima menit setelah jeda. Julian Alvarez memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 lewat sontekan di mulut gawang memanfaatkan umpat silang Nahuel Molina.
Argentina terus menekan. Messi yang sempat diam pada babak pertama mulai menemukan ruang. Pada menit ke-72, sang kapten melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Mesir. Skor imbang 2-2.
Puncak drama terjadi di menit ke-88. Umpan terobosan Enzo Fernandez diterima Lautaro Martinez yang lolos dari jebakan offside. Dengan tenang, Martinez menyelesaikan peluang satu lawan satu dengan kiper. Argentina unggul 3-2 dan bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
"Kami tidak pernah menyerah. Babak pertama memang buruk, tapi tim menunjukkan karakter juara," ujar Scaloni dalam konferensi pers usai laga.
Data di atas menunjukkan dominasi Argentina dalam hal penguasaan, namun Mesir lebih efisien di babak pertama. Comeback ini menjadi bukti mentalitas kuat skuad juara bertahan.
Kemenangan ini membawa Argentina melaju ke perempatfinal. Mereka akan menghadapi pemenang laga antara Prancis dan Nigeria yang baru akan dimainkan Selasa (1/7/2026). Laga perempatfinal dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.