Distan Lebak Siagakan 201 Pompa Air Hadapi Kemarau, 294 Hektare Sawah Terancam Kekeringan

Penulis: Endra Sanjaya  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 10:38:31 WIB
Petugas menunjukkan unit pompa air yang disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Lebak untuk mengantisipasi kekeringan sawah.

LEBAK — Sebanyak 294 hektare tanaman padi di Kabupaten Lebak terancam kekeringan saat musim kemarau. Tanaman yang memasuki usia 30–65 hari setelah tanam (HST) itu tersebar di sejumlah kecamatan dan membutuhkan pasokan air yang terjaga agar tetap menghasilkan pangan.

Kepala Bidang Produksi Distan Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan, menyatakan pihaknya telah mendistribusikan 201 unit pompa air ke kelompok tani. Peralatan itu menjadi andalan utama untuk menyedot air dari sungai maupun sumber bawah tanah guna mengairi sawah.

Pompa Air Jadi Solusi Andalan Saat Kemarau Panjang

Pengalaman menghadapi kemarau panjang beberapa tahun lalu menjadi dasar Distan Lebak menggencarkan penggunaan pompa air. Dodi menilai, alat ini terbukti efektif menjaga ketersediaan air di sawah saat musim kemarau melanda.

"Kami berharap dengan pompa air itu tanaman padi di areal persawahan dapat tetap terairi sehingga produksi bahan pangan beras terjaga," kata Dodi dalam keterangannya di Lebak, Jumat.

Bantuan pompa air yang disalurkan berasal dari Kementerian Pertanian (Kementan), Pemerintah Kabupaten Lebak, dan Pemerintah Provinsi Banten. Dodi meminta para petani memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal.

"Kami minta petani agar memanfaatkan pompa air itu agar menghasilkan bahan pangan dan peningkatan ekonomi," ujarnya.

Luas Tambah Tanam Capai 74.762 Hektare

Distan Lebak mencatat luas tambah tanam (LTT) dari Januari hingga Juni 2026 mencapai 74.762 hektare. Angka ini menjadi modal penting untuk memastikan produksi pangan tetap terjaga meski musim kemarau tengah berlangsung.

"Kami lega penggunaan pompa air sebagai solusi langkah antisipasi mitigasi kekeringan, sehingga tetap mewujudkan swasembada pangan di musim kemarau," kata Dodi.

Gapoktan Tambakbaya Panen Akhir Agustus

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tambakbaya, Ruhiana, mengatakan lahan padi seluas 150 hektare di wilayahnya dipastikan panen pada akhir Agustus 2026. Para petani setempat telah terbiasa menggunakan pompa air untuk menghadapi kemarau.

Saat ini, kelompok tani di desa tersebut mengoperasikan pompa air yang menyedot air permukaan sungai dan sebagian lainnya memanfaatkan air bawah tanah untuk mengaliri sawah.

"Kami sudah biasa menghadapi musim kemarau menggunakan pompa air," kata Ruhiana.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top