SERANG — Ribuan warga Kota Serang tercatat masih aktif mencari pekerjaan sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini. Hal itu terlihat dari jumlah penerbitan Kartu Tanda Pencari Kerja (AK.1) yang tembus 4.019 kartu per Juli 2026.
Kepala Disnakertrans Kota Serang, M. Poppy Nopriadi, mengatakan tingginya angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pihaknya kini tengah memetakan data ini untuk menyusun program perluasan kesempatan kerja yang lebih tepat sasaran.
“Artinya angka pencari kerja masih cukup tinggi di Kota Serang,” ujarnya kepada Radar Banten, Senin (3/8).
Berdasarkan data Disnakertrans, lonjakan pencari kerja paling signifikan terjadi pada Mei 2026. Sebanyak 1.133 orang tercatat membuat kartu kuning pada bulan tersebut.
Angka itu kemudian diikuti oleh Juni dengan 930 pencari kerja dan Juli sebanyak 682 orang. Fluktuasi ini menjadi indikator bagi pemerintah untuk melihat tren musiman angkatan kerja baru, terutama bagi lulusan sekolah dan universitas.
Poppy menegaskan bahwa Kartu AK.1 memiliki fungsi lebih dari sekadar kelengkapan berkas lamaran kerja. Data dari kartu ini menjadi basis utama pemerintah dalam memantau pergerakan jumlah pencari kerja di wilayahnya.
“Jangan lupa untuk para pencaker, yang paling penting membuat Kartu AK.1 ketika akan melamar pekerjaan karena itu sangat penting,” katanya.
Melalui basis data tersebut, Disnakertrans dapat merancang berbagai program ketenagakerjaan yang lebih terarah. Beberapa di antaranya meliputi penyediaan informasi lowongan kerja, pelatihan keterampilan, hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di pasar industri.
Tingginya angka pencari kerja ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Serang untuk memperluas lapangan pekerjaan. Selain mengandalkan sektor industri dan jasa, pemerintah daerah juga mendorong tumbuhnya wirausaha baru sebagai alternatif penyerapan tenaga kerja.
Ke depan, Disnakertrans akan mengintensifkan sosialisasi manfaat Kartu AK.1 kepada masyarakat, terutama generasi muda yang baru memasuki dunia kerja. Pendataan yang akurat diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan.