Pemkot Tangerang Operasikan 16 Motor untuk Jangkau Gang Sempit, Respons Penanganan Bencana Lebih Cepat

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:24:01 WIB
Pemkot Tangerang mengoperasikan 16 unit motor untuk mempercepat respons penanganan bencana di gang sempit.

TANGERANG — Langkah ini merupakan bagian dari penguatan sistem mitigasi bencana berbasis komunitas yang digagas Wali Kota Tangerang Sachrudin. Selain motor operasional, Pemkot juga menyerahkan 20 paket perlengkapan Kelurahan Siaga Bencana (KSB) yang berisi pelampung, helm keselamatan, sepatu boots, jas hujan, dan peralatan pendukung lain.

Mengapa Kecepatan Respons Jadi Kunci Penanganan Bencana?

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menekankan bahwa waktu tanggap merupakan indikator penting dalam pelayanan kebencanaan. Dengan motor berukuran kecil, petugas bisa menyusuri gang sempit yang kerap menjadi hambatan bagi mobil pemadam atau ambulans.

"Respons time menjadi salah satu indikator penting dalam pelayanan kami. Dengan motor operasional ini, petugas dapat lebih cepat mencapai lokasi, melakukan asesmen kondisi, sekaligus memberikan penanganan awal sehingga risiko kejadian dapat diminimalkan," kata Mahdiar di Tangerang, Selasa.

Bukan Tugas Pemerintah Semata, Warga Diminta Aktif

Wali Kota Sachrudin menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa berjalan sendiri. Ia mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui program KSB yang tersebar di kelurahan-kelurahan.

"Mitigasi bencana tidak bisa kita lakukan sendirian. Harus ada keterlibatan semua pihak. Karena itu, kami terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan melalui pelatihan bagi personel BPBD, Damkar, UPT, hingga masyarakat melalui program Kelurahan Siaga Bencana," ujar Sachrudin.

Pelatihan rutin bagi personel dan warga menjadi prioritas agar peralatan yang diberikan tidak sekadar menjadi inventaris, tetapi benar-benar digunakan saat dibutuhkan.

Apa Saja Isi Paket Perlengkapan Kelurahan Siaga Bencana?

Paket yang diserahkan kepada kelurahan berisi peralatan dasar yang dibutuhkan saat evakuasi awal. Adapun rinciannya meliputi:

  • Pelampung untuk penyelamatan di air
  • Helm keselamatan untuk melindungi kepala dari reruntuhan
  • Sepatu boots agar petugas bisa bergerak di area berlumpur atau tergenang
  • Jas hujan sebagai pelindung saat bertugas di kondisi hujan deras

Mahdiar mengajak warga menjaga fasilitas yang telah disediakan. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan dengan sebaik-baiknya," jelasnya.

Kolaborasi Lintas Instansi dan Warga

Kehadiran motor operasional ini melengkapi armada BPBD yang selama ini mengandalkan kendaraan roda empat untuk menjangkau titik bencana. Dengan mobilitas yang lebih lincah, petugas diharapkan bisa tiba di lokasi dalam hitungan menit setelah laporan diterima.

Program ini sekaligus menjawab tantangan geografis Kota Tangerang yang padat permukiman dengan akses jalan terbatas di sejumlah wilayah. Pemkot menilai kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materi saat bencana melanda.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top