Presiden CAF Akui FIFA Sedang Bermasalah, Imbas Penjualan Saham Piala Dunia oleh Infantino

Penulis: Chandra Kusuma  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:26:31 WIB
Presiden CAF, Patrice Motsepe, menyampaikan pengakuan publik terkait masalah internal FIFA dalam agenda resmi CAF pekan ini.

BANTEN — Motsepe menyampaikan pernyataan tersebut di sela-sela agenda resmi CAF, pekan ini. Ia tidak merinci detail masalah yang dihadapi FIFA, tetapi menegaskan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius bagi anggota konfederasi di seluruh dunia. Pernyataan ini menjadi pengakuan publik pertama dari petinggi konfederasi besar terkait kekisruhan internal FIFA.

Kronologi Penjualan Saham yang Memicu Kegaduhan

Kontroversi berawal dari langkah Infantino yang menjual sebagian saham komersial Piala Dunia kepada pihak ketiga. Keputusan ini diambil tanpa melalui persetujuan penuh dari Dewan FIFA, sehingga memicu perdebatan soal transparansi tata kelola.

Sejumlah federasi anggota, termasuk CAF, disebut-sebut baru mengetahui transaksi tersebut setelah kesepakatan rampung. Motsepe menilai proses pengambilan keputusan seperti ini tidak sejalan dengan prinsip kolektif yang selama ini dijunjung FIFA.

Mengapa Pengakuan Motsepe Penting bagi FIFA

Sebagai ketua konfederasi dengan 54 negara anggota, suara Motsepe memiliki bobot politik yang signifikan dalam pemilihan presiden FIFA. Dukungan blok Afrika kerap menjadi penentu dalam kongres tahunan, sehingga sikap kritisnya terhadap Infantino bisa menjadi sinyal pergeseran dukungan.

Pengakuan ini juga membuka ruang bagi konfederasi lain, seperti AFC dan CONMEBOL, untuk menyuarakan keberatan serupa. Jika semakin banyak konfederasi yang angkat suara, posisi Infantino menjelang kongres berikutnya bisa semakin tertekan.

Apa Langkah Selanjutnya?

Belum ada pernyataan resmi dari FIFA menanggapi komentar Motsepe. Namun, tekanan terhadap Infantino diprediksi akan terus menguat, terutama dari federasi yang menginginkan audit menyeluruh atas transaksi saham tersebut.

Motsepe sendiri belum menyebutkan tuntutan spesifik, tetapi menegaskan bahwa masalah ini harus diselesaikan dengan transparan. "Kami ingin FIFA tetap menjadi rumah bagi semua federasi, bukan hanya segelintir pihak," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Kongres FIFA berikutnya akan menjadi ajang uji nyali bagi Infantino untuk mempertahankan kursinya. Pertanyaan besarnya, apakah pengakuan Motsepe ini akan diikuti aksi nyata dari konfederasi lain?

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top