SMPN 20 Tangsel Kini Punya Gedung Baru dan Lapangan Multifungsi, Tampung 24 Rombel Setelah Dibangun Total dari Nol

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:00:32 WIB

TANGSEL — Wajah SMP Negeri 20 Tangerang Selatan (Tangsel) di Kecamatan Setu berubah total. Gedung sekolah yang sebelumnya dinilai tidak layak kini telah digantikan dengan bangunan baru hasil konstruksi dari nol, bukan sekadar revitalisasi.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel, Ade Suprizal, menegaskan bahwa proyek ini merupakan pembongkaran total struktur lama. Tidak ada satu pun bangunan lama yang dipertahankan atau sekadar ditambah.

“Itu pembangunan bukan revitalisasi, tetapi bangun total. Jadi hampir tidak ada bangunan lama yang direvitalisasi lalu ditambah-tambahkan. Dibongkar total dan dibangun dari nol,” ujar Ade.

Dulu Penuh Lumut, Kini Punya Lapangan Basket, Voli, dan Futsal

Kondisi lama sekolah ini memang memprihatinkan. Kepala SMPN 20 Tangsel, Frida Tesalonika, mengungkapkan bahwa sebelumnya sekolah hanya memiliki sekitar 10 ruang kelas. Bahkan, satu ruang kelas terpaksa dialihfungsikan menjadi laboratorium komputer.

“Kami tidak memiliki lapangan untuk anak-anak berolahraga. Halaman sekolah penuh tanaman dan lumut, untuk upacara bendera saja sering kesulitan karena ruangnya terbatas,” kata Frida.

Fasilitas baru tersebut mengubah segalanya. Kini sekolah memiliki lapangan olahraga berukuran setengah lapangan basket yang dirancang multifungsi. Area tersebut bisa digunakan untuk basket, voli, hingga futsal.

Dampak ke Siswa: Kehadiran Tetap Tinggi Saat Hujan

Kehadiran gedung anyar ini berdampak langsung pada semangat belajar siswa. Frida mencontohkan, tingkat kehadiran murid tetap tinggi bahkan ketika hujan turun, sebuah kondisi yang sulit terjadi saat sekolah masih menempati bangunan lama.

“Mereka (orang tua) banyak menyampaikan anak-anak senang dengan perubahan sekolah,” ungkapnya.

Kapan Siswa Kembali Menempati Gedung Baru?

Selama proses konstruksi berjalan, para siswa sempat dipindahkan sementara ke sekolah lain untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar. Kini, dengan rampungnya pembangunan, aktivitas sekolah telah kembali beroperasi di gedung baru dengan kapasitas 24 rombongan belajar dan jumlah ruang penunjang yang lebih banyak.

Pembangunan gedung baru ini didukung oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pendidikan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta). Peran serta masyarakat dan komite orang tua siswa juga turut menyukseskan proyek ini.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: jejaknarasi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top