Pencarian

Kota Tangerang Jadi Pilot Project Nasional Pelatihan Terapis Spa Syariah

Rabu, 06 Mei 2026 • 14:23:01 WIB
Kota Tangerang Jadi Pilot Project Nasional Pelatihan Terapis Spa Syariah
Pelatihan terapis spa syariah resmi diluncurkan sebagai pilot project nasional di Kota Tangerang.

KOTA TANGERANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program pelatihan vokasi terapis spa dan pijat syariah di Kota Tangerang pada Rabu (6/5/2026). Inisiatif ini menyasar kelompok perempuan untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui sektor jasa kesehatan yang kini permintaannya terus meningkat.

Sebanyak 20 peserta terpilih mulai mengikuti pelatihan setelah melewati proses seleksi ketat. Tercatat, sebanyak 100 pendaftar di wilayah Tangerang menunjukkan antusiasme tinggi untuk terjun ke industri jasa kesehatan berbasis syariah tersebut.

Target Transformasi Mustahik Menjadi Muzaki

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa misi utama kolaborasi ini adalah pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi yang konkret. BAZNAS ingin memastikan bantuan yang diberikan tidak bersifat konsumtif, melainkan produktif.

“Kerja sama dengan Lativa Spa Academy adalah upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengubah para mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat),” ujar Idy saat ditemui awak media di lokasi peluncuran.

Idy menambahkan bahwa pemilihan mitra dilakukan dengan pertimbangan matang. Lativa Spa Academy dinilai memiliki jaringan luas sehingga para lulusan nantinya berpeluang langsung terserap kerja di jaringan mitra mereka. Jika pilot project di Kota Tangerang ini berhasil, BAZNAS berencana mereplikasi program serupa di berbagai daerah lain di Indonesia.

Mengapa Menggunakan Label Spa Syariah?

Ketua BAZNAS Kota Tangerang, KH. Aslie Elhusyairy, menekankan pentingnya label syariah dalam industri jasa pijat dan kebugaran. Menurutnya, aspek syariah memberikan jaminan keamanan, kenyamanan, serta perlindungan moral baik bagi terapis maupun konsumen.

“Selama itu halal, apalagi dengan label syariah, insya Allah akan berdampak positif pada image di masyarakat. Dulu akupunktur mungkin dianggap asing, tapi sekarang terbukti manfaat kesehatannya. Begitu juga dengan spa,” tutur KH. Aslie.

Ia menceritakan pengalamannya sendiri mengenai pentingnya jasa pijat untuk pemulihan fisik, terutama setelah menjalankan tugas kemanusiaan yang berat di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan pasar terhadap terapis profesional sangat nyata dan potensial untuk menjadi sumber penghasilan berkelanjutan.

Pelatihan Singkat dan Efisiensi Biaya

Direktur Lativa Spa Academy, Verawati Amir, menyebutkan bahwa keunggulan dari vokasi pijat syariah ini terletak pada efisiensi waktu pelatihan dan biaya operasional yang relatif terjangkau bagi pemula. Program ini dirancang agar peserta bisa langsung mandiri dalam waktu singkat.

“Ini adalah alat pemberdayaan dengan unit cost yang murah, mudah, dan cepat. Dalam waktu satu bulan pelatihan, mereka sudah memiliki skill untuk langsung mencari nafkah,” jelas Verawati.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan para perempuan di Kota Tangerang tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis pemijatan, tetapi juga memiliki kemandirian finansial yang dikelola secara syar’i. Program ini menjadi langkah awal BAZNAS dalam menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang menyentuh langsung lapisan masyarakat terbawah.

Bagikan
Sumber: lensabanten.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks