LEBAK — Pemerintah Kabupaten Lebak menginstruksikan percepatan masa tanam padi di seluruh wilayah sentra guna mengamankan siklus produksi pangan tahun ini. Dinas Pertanian setempat menargetkan luas tanam mencapai 20.000 hektare pada Mei 2026 agar periode panen bisa dilakukan sebelum puncak musim kemarau melanda.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat ini sangat mendukung petani untuk segera mengolah lahan. Menurutnya, intensitas hujan yang masih sering terjadi di wilayah Banten harus dimanfaatkan optimal untuk memenuhi kebutuhan air di persawahan.
"Kami melihat petani banyak sudah melakukan gerakan percepatan tanam, karena setiap hari dilanda hujan sehingga pasokan air terpenuhi," kata Rahmat menjelaskan situasi di lapangan, Rabu.
Strategi Pompanisasi Antisipasi El Nino 2026
Selain mengandalkan air hujan, Dinas Pertanian juga menyiapkan bantuan mesin pompa air untuk menjaga produktivitas lahan. Fasilitas ini disiapkan sebagai alat mitigasi jika sewaktu-waktu debit air di saluran irigasi menurun drastis saat memasuki musim kemarau panjang atau fenomena El Nino.
Rahmat meminta para petani tidak ragu memanfaatkan sumber air permukaan seperti aliran sungai, embung, dan mata air menggunakan pompa tersebut. Dengan ketersediaan infrastruktur pendukung, tanaman padi diharapkan tetap mendapat pasokan air yang stabil hingga masa panen tiba.
Ketua Kelompok Tani Blok Sentral Kabupaten Lebak, Udin, menyatakan kelompoknya telah bergerak di lahan seluas 50 hektare sejak sepekan terakhir. Pihaknya optimistis penggunaan teknologi pompa mampu menyelamatkan tanaman dari risiko gagal panen akibat kekeringan.
"Kita berharap gerakan percepatan tanam seluas 50 hektare pada Mei 2026 dipastikan panen akhir Agustus mendatang," ujar Udin.
Target Peningkatan Indeks Pertanaman Menjadi IP 4
Upaya percepatan tanam ini juga menjadi bagian dari ambisi petani di Lebak untuk meningkatkan produktivitas tahunan. Samsul, salah satu petani setempat, mengaku sengaja mempercepat jadwal tanam agar bisa mengejar target empat kali masa tanam dalam setahun atau Indeks Pertanaman (IP) 4.
Di wilayah kerjanya, Samsul mengoordinasikan percepatan tanam pada lahan seluas 70 hektare. Ia mengkhawatirkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait musim kemarau yang akan berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2026.
"Kami di sini melakukan gerakan percepatan tanam seluas 70 hektare, karena curah hujan masih tinggi," kata Samsul. Ia berharap dengan memulai tanam lebih awal, risiko kekurangan air pada fase pertumbuhan generatif padi dapat diminimalisir.