BANTEN — Kontroversi di Liverpool semakin memanas menjelang laga pamungkas Premier League akhir pekan ini. Mohamed Salah, yang sudah dipastikan hengkang pada bursa transfer musim panas mendatang, memicu ketegangan baru setelah melontarkan kritik pedas terhadap arah permainan tim di bawah asuhan Arne Slot. Ini adalah kritik publik ketiga Salah dalam enam bulan terakhir, membuat hubungan keduanya berada di titik nadir.
Kritik di Medsos Picu Reaksi Berantai
Dalam unggahan di media sosial, Salah secara eksplisit membandingkan gaya bermain Liverpool saat ini dengan era Jürgen Klopp. Ia menuliskan keinginan melihat Liverpool kembali menjadi tim menyerang yang ditakuti lawan, menyebut identitas itu "tidak bisa ditawar" bagi siapa pun yang bergabung dengan klub.
Unggahan itu langsung mendapat dukungan dari rekan setimnya. Curtis Jones, Dominik Szoboszlai, dan Andy Robertson tercatat memberikan "like" pada postingan tersebut. Dukungan diam-diam dari para pemain ini memperkuat kesan bahwa perang dingin antara kubu pemain dan pelatih sudah mencapai titik kritis.
Keputusan Sulit di Tengah Kebutuhan Poin
Slot dihadapkan pada dilema besar. Di satu sisi, ia punya preseden untuk menghukum Salah. Pada Desember lalu, Salah ditinggal di rumah saat Liverpool bertandang ke Inter Milan di Liga Champions sebagai hukuman atas wawancara kontroversialnya. Namun, mengulangi hukuman itu di laga melawan Brentford Minggu nanti bisa menjadi bumerang.
Alasannya sederhana: Liverpool belum aman di posisi lima besar. Jika Bournemouth mengalahkan Manchester City pada Selasa, maka kemenangan atas Brentford menjadi harga mati untuk memastikan tiket Liga Champions. Data menunjukkan Liverpool gagal menang dalam sembilan pertandingan liga yang tidak dimulai Salah sepanjang 2026. Mencadangkannya kini sama saja dengan bermain api.
Kekalahan Telak di Villa Park Perparah Situasi
Kekalahan 4-2 dari Aston Villa pada Jumat lalu menjadi bukti betapa rapuhnya pertahanan Liverpool musim ini. Slot gagal memperbaiki celah struktural yang sudah terlihat sepanjang musim, di mana Liverpool kebobolan 52 gol—jumlah tertinggi dalam satu musim 38 pertandingan Premier League. Dua puluh satu kekalahan di semua kompetisi musim ini membuat posisi Slot semakin goyah di mata pendukung dan petinggi klub.
Legenda Pamit dengan Cara Pahit
Yang membuat situasi semakin rumit, Salah akan meninggalkan Anfield dengan status bebas transfer setelah Liverpool setuju melepasnya meski masih terikat kontrak satu tahun. Alih-alih berpamitan dengan manis, ia justru meninggalkan warisan perpecahan. "Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim heavy metal," tulis Salah, tanpa menyebut nama Slot sekali pun dalam unggahannya.
Jika Bournemouth mengalahkan City dan posisi Liverpool aman, Slot mungkin akan memilih bungkam dan membiarkan laga terakhir menjadi perayaan perpisahan Salah dan Robertson. Namun, jika tekanan tetap ada, ia harus memilih antara menunjukkan otoritas atau menyelamatkan muka di hadapan skuat yang sudah kehilangan kepercayaan.