BANTEN — Liverpool mengakhiri musim yang berat dengan hanya mengamankan tiket Liga Champions, namun catatan mereka jauh dari kata memuaskan. Jumlah poin dan gol yang dikumpulkan merupakan yang terendah sejak musim 2015-16, musim di mana Brendan Rodgers dipecat dan digantikan oleh Jürgen Klopp. Penurunan drastis kontribusi gol dan assist dari sektor sayap menjadi biang keladi utama.
Kepergian Mohamed Salah dan Kegagalan Menggantikan Luis Diaz
Slot secara blak-blakan menyebut kepergian Mohamed Salah di akhir musim dan kegagalan klub merekrut pengganti yang setara untuk Luis Diaz sebagai faktor krusial. Dampak dari kedua pemain sayap andalan itu sangat terasa, terutama dalam hal produktivitas di lini depan.
“Salah satu alasan kenapa semua orang membicarakan pemain sayap adalah karena Mo akan pergi. Sangat masuk akal untuk memikirkan setidaknya satu pemain di posisi itu,” ujar Slot.
Yan Diomande, Target Utama di Tengah Persaingan
Untuk mengatasi masalah tersebut, Liverpool dikabarkan telah mengincar beberapa nama. Remaja berbakat milik RB Leipzig, Yan Diomande, menjadi target utama setelah musim penetrasinya yang gemilang di Bundesliga. Namun, Leipzig bertekad mempertahankan pemain berusia 19 tahun itu untuk menghadapi Liga Champions musim depan.
Selain Diomande, nama Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain dan Anthony Gordon dari Newcastle United juga masuk dalam daftar pertimbangan. Slot menegaskan timnya membutuhkan “setidaknya satu” pemain sayap baru untuk mengembalikan daya gedor tim.
Kunci Kebangkitan Ada di Tangan Winger dan Full-Back
Pelatih asal Belanda itu meyakini bahwa kombinasi antara pemain sayap dan bek sayap adalah fondasi permainan Liverpool yang sulit dihadapi lawan. Musim lalu, duet tersebut menjadi andalan utama dan berbuah gelar juara. Namun musim ini, hasil akhir dari kombinasi itu tak kunjung datang.
“Musim lalu, salah satu alasan kenapa kami sangat sulit dilawan adalah karena kami punya ancaman di sisi kanan dan kiri. Itu bukan hanya soal winger, tapi kombinasi antara winger dan full-back,” jelas Slot.
Ia juga mengakui bahwa dirinya dan semua pemain gagal mempertahankan level performa seperti musim lalu. “Kami semua – termasuk saya – tidak bisa membawa level yang sama seperti musim lalu,” tambahnya.
Harapan untuk Alexander Isak
Slot percaya bahwa dengan hadirnya winger dengan profil yang tepat, performa penyerang anyar Alexander Isak yang mengalami awal buruk di Liverpool juga akan ikut terdongkrak. Kehadiran ancaman dari sisi sayap diyakini akan membuka lebih banyak ruang dan peluang bagi sang striker untuk bersinar.