SERANG — Sebanyak 140.000 jiwa dari kalangan pelajar, santri, hingga ibu hamil dan menyusui di Kabupaten Serang masih menanti kepastian jatah Makan Bergizi Gratis. Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, menyebut persoalan utama ada pada sebaran dapur yang belum menjangkau titik-titik terluar di wilayah tersebut.
“Penyebarannya memang sedang kami upayakan agar lebih merata,” ujar Najib di Serang, Selasa.
Dapur Terpusat, Waktu Tempuh Jadi Kendala
Saat ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG masih terkonsentrasi di perkotaan tingkat kecamatan. Konsekuensinya, pengiriman ke daerah pelosok memakan waktu lebih dari batas ideal yang ditetapkan, yakni maksimal 30 menit dari dapur ke penerima.
“Makanan MBG diwajibkan sampai ke penerima dalam kondisi sangat segar,” tegas Najib. Contoh nyata terjadi di Cikedung yang sementara ini masih dipasok dari dapur di Desa Mancak, namun jaraknya dinilai belum memenuhi standar waktu pengiriman.
Skema Investasi dan Armada Khusus untuk Pulau
Pengelolaan dapur MBG berjalan lewat skema kolaborasi dengan mitra, yayasan, dan investor. Faktor efisiensi jarak tempuh dan akses bahan baku menjadi pertimbangan utama para investor. Untuk kawasan kepulauan seperti Pulau Tunda, pengiriman logistik membutuhkan armada khusus yang ongkosnya lebih tinggi dan waktu tempuh lebih panjang.
“Ini berjalan melalui skema investasi. Pengelola tentu mempertimbangkan jarak tempuh dan kemudahan akses bahan baku agar efisien,” jelas Najib.
Strategi Pemkab: Maksimalkan Dapur Lama, Usulkan Titik Baru
Pemkab Serang menyiapkan beberapa langkah. Pertama, memaksimalkan kapasitas jangkauan dapur SPPG yang sudah beroperasi di pusat kecamatan agar bisa menyentuh desa-desa penyangga di sekitarnya. Kedua, menginstruksikan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Kepala SPPG untuk terus melakukan pengecekan dan pendataan ulang sasaran penerima manfaat.
Jika wilayah 3T tetap belum terlayani secara ideal, Pemkab siap mengusulkan pembukaan titik dapur baru secara khusus ke Badan Gizi Nasional (BGN). Targetnya, seluruh masalah distribusi ini tuntas pada 8 Oktober mendatang, bertepatan dengan hari ulang tahun Kabupaten Serang.
“Kami akan dorong dan awasi terus para pengelola serta investor. Targetnya pada 8 Oktober nanti... semua urusan pemerataan MBG ini sudah tuntas dan diharapkan seluruh masyarakat bisa terlayani dengan baik,” pungkas Najib.