Pencarian

Kekeringan Melanda 13 Kecamatan di Kabupaten Tangerang, 1.665 KK Krisis Air Bersih dan 43 Hektare Sawah Terancam Puso

Kamis, 06 Agustus 2026 • 09:30:31 WIB
Kekeringan Melanda 13 Kecamatan di Kabupaten Tangerang, 1.665 KK Krisis Air Bersih dan 43 Hektare Sawah Terancam Puso
Warga antre mengambil air bersih dari mobil tangki di tengah krisis air yang melanda 13 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

TANGERANG — Kemarau ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga September 2026 memicu krisis air bersih dan ancaman gagal panen di Kabupaten Tangerang. BPBD setempat mencatat 1.665 kepala keluarga (KK) kini kesulitan mendapatkan air bersih, sementara 43 hektare sawah terancam puso akibat kekeringan.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan potensi gagal panen tersebut tersebar di 12 kecamatan dan 24 desa. Kondisi ini dipicu oleh kemarau panjang yang disertai curah panas tinggi sejak Mei lalu.

Prediksi BMKG: Kemarau Ekstrem Berlangsung hingga September

"Jadi memang berdasarkan prediksi BMKG bahwa musim kemarau ini akan melanda cukup lama. Dan potensi cuaca yang ekstrem dengan curah panas tinggi dengan dirasakan sejak Mei hingga September 2026," kata Achmad Taufik di Tangerang, Rabu (5/8/2026) dikutip dari Antara.

Menurut dia, berkurangnya pasokan air irigasi menjadi faktor utama tanaman padi kesulitan tumbuh optimal. Akibatnya, risiko kerusakan hingga gagal panen tidak bisa dihindari di sejumlah titik.

Krisis Air Bersih Meluas di 64 Desa

Dampak kemarau ekstrem tidak hanya dirasakan petani. BPBD mencatat krisis air bersih telah melanda sedikitnya 13 kecamatan dan 64 desa atau kelurahan di Kabupaten Tangerang.

"Untuk jumlah KK itu ada 1.665 kepala keluarga (KK) ikut terdampak akibat krisis air bersih," tutur dia.

Pemkab Siapkan 8,9 Ton Benih Pengganti dan Pompa Air

Pemerintah daerah bergerak mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan. Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Sahri, menyebutkan langkah konkret telah disiapkan untuk petani terdampak.

"Langkah-langkah yang dilakukan Pemda sendiri yaitu, menyiapkan 8,9 ton benih pengganti," sebutnya.

Selain benih, DPKP juga memetakan sumber-sumber air potensial di wilayah rawan kekeringan. Salah satunya memanfaatkan bekas galian pasir di wilayah selatan Kabupaten Tangerang yang dinilai memiliki cadangan air.

"Kami telah memetakan wilayah rawan kekeringan, memanfaatkan data BMKG untuk jadwal tanam, melakukan sosialisasi, menyiagakan brigade alsintan (pompa air), membersihkan saluran irigasi, serta menyiapkan bantuan benih jika terjadi gagal panen (puso)," kata Sahri.

Fasilitas pompa air pun disiapkan untuk mendukung distribusi air dari sumber tersebut ke lahan pertanian yang membutuhkan, sehingga produktivitas padi di musim kemarau tetap bisa dijaga.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks