Pencarian

Rupiah Terus Tertekan, Nyaris Sentuh Rp17.900 per Dolar AS di Tengah Eskalasi Timur Tengah

Rabu, 03 Juni 2026 • 10:46:24 WIB
Rupiah Terus Tertekan, Nyaris Sentuh Rp17.900 per Dolar AS di Tengah Eskalasi Timur Tengah
Rupiah dibuka melemah di level Rp17.878 per dolar AS di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.

BANTEN — Rupiah dibuka di level Rp17.878 per dolar AS pagi ini, terkoreksi 39 poin atau 0,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia pada sesi awal perdagangan.

Tekanan dari Konflik Global dan Harga Minyak

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut eskalasi baru di Timur Tengah menjadi pemicu utama pelemahan rupiah. "Eskalasi baru di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap prospek perdamaian dan mendorong lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini berpotensi menekan rupiah terhadap dolar AS," ujarnya.

Kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik mendorong peralihan modal ke aset-aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS dan emas. Kondisi ini membuat mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia, semakin tertekan.

Perbandingan dengan Mata Uang Kawasan

Pelemahan rupiah pagi ini sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia lainnya. Ringgit Malaysia menjadi yang terlemah dengan koreksi 0,25 persen, disusul yuan China yang turun 0,05 persen dan peso Filipina yang melemah 0,03 persen. Di sisi lain, won Korea Selatan justru menguat 0,11 persen, sementara yen Jepang dan dolar Singapura mencatat kenaikan tipis.

Di negara maju, poundsterling Inggris dan dolar Kanada cenderung stabil, sementara euro dan dolar Australia tertekan. Pola ini menunjukkan bahwa tekanan dolar AS bersifat luas, tidak hanya menyasar pasar Asia.

Rentang Pergerakan dan Proyeksi Hari Ini

Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Level Rp17.900 menjadi resistance psikologis yang jika ditembus, dapat membuka ruang pelemahan lebih lanjut.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah serta data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini. Kedua faktor tersebut akan menentukan arah pergerakan dolar AS dalam jangka pendek.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Bisnis?

Pelemahan rupiah yang berkepanjangan berdampak langsung pada sektor impor, terutama perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi dolar AS. Bagi investor, volatilitas kurs menambah ketidakpastian di pasar saham dan obligasi. Sementara itu, eksportir justru diuntungkan karena penerimaan dalam dolar AS menjadi lebih tinggi jika dikonversi ke rupiah.

Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan intervensi di pasar valas untuk menjaga stabilitas rupiah, namun efektivitasnya sangat tergantung pada dinamika global.

Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks